Cerpen Mashdar Zainal (Kedaulatan Rakyat, 09 Desember 2018)

Bendera ilustrasi Joko Santoso - Kedaulatan Rakyat.jpg
Bendera ilustrasi Joko Santoso/Kedaulatan Rakyat 

KELAK, di sebuah tanah lapang yang ujungnya tak terjangkau oleh jarak pandang, orang-orang akan melihat begitu banyak bendera. Setiap orang akan menggenggam bendera dan mengacung-acungkannya ke udara untuk menemukan saudaranya yang menggenggam bendera dengan warna sama.

Ketika itu, matahari bagai mengapung di atas kepala, dan hari akan terasa sangat panjang. Tak ada pepohonan. Tak ada gedung-gedung. Hanya tanah lapang yang tak terjangkau jarak pandang. Orang-orang berlalu-lalang untuk mencari naungan tempat berteduh. Dalam lalau lalang itu, seseorang dengan bendera warna hijau akan berseru girang saat bertemu dengan seseorang lainnya yang juga menggenggam bendera warna hijau, lalu mereka akan saling berangkulan sebelum melangkah bersama untuk mencari sebuah naungan raksasa berwarna hijau. Begitu pula orang-orang yang lain dengan bendera warna lain: putih, hitam, merah, biru, kuning, ungu, serta warna-warna lain yang nyaris tak terhitung jumlahnya.

Baca juga: Bekas Lipstik di Bibir Cangkir – Cerpen Mashdar Zainal (Haluan, 02 Desember 2018)

Orang-orang dengan bendera warna sama akan membantu dan mendahulukan kepentingan saudaranya sebelum kepentingan orang-orang lain dengan bendera warna lain. Ketika dalam perjalanan itu seseorang dengan bendera warna putih didera kehausan, maka saudaranya dengan bendera warna putih, akan memberinya minum. Bila mereka dilanda kelaparan, saudaranya akan menyuapinya. Bisa mereka didera sakit, maka saudara akan berjalan dengan memapahnya. Bukankah manusia memang diciptakan, bahkan diwajibkan begitu? Untuk mementingkan kepentingan orang-orang terdekat terlebih dahulu. Itulah mengapa seorang kepala keluarga harus membanting tulang untuk memenuhi kebutuhan anggota keluarganya, dan bukan anggota keluarga lain.

Advertisements