Cerpen Destya Tika Ananta (Radar Banyuwangi, 09 Desember 2018)

Arwah Titisan ilustrasi Radar Banyuwangi.jpg
Arwah Titisan ilustrasi Radar Banyuwangi 

HAWA sejuk di perkebunan Glenmore Banyuwangi begitu menyenangkan. Sungguh membuatku betah. Burung berkicau sembari berlompatan riang di reranting pohon. Embun pagi di atas dedaunan memunculkan warna gemerlap. Memantulkan sinar mentari yang pancarannya begitu menyilaukan mata. Hangatnya sinar sang surya begitu terasa saat menyentuh kulit, meski aku telah mengenakan jaket jatah dari Dinas Kesehatan, yang kudapat ketika aku dilantik menjadi seorang bidan. Sebagai bentuk pengabdian terhadap masyarakat desa, terutama di desa yang tertinggal.

Hari ini aku berjanji temu dengan temanku sesama bidan, Nih Luh Padmi. Aku akan mengunjungi klinik bersalinnya di Desa Olehsari pada hari Minggu. Aku sangat kagum kepada sahabatku itu. Sebab, dia telah berhasil mendirikan sebuah klinik di sebuah desa dengan segala kemampuan dana dan tenaga meski dalam kondisi dan situasi yang tak mudah.

Hari yang aku tunggu pun tiba. Setelah sarapan dengan nasi urap, aku pun berkemas. Kujinjing sebuah tas ransel berisi pakaian dan bekal secukupnya. Aku segera berangkat menuju Desa Olehsari. Untuk menuju jalan raya, aku menggunakan jasa ojek sebagai kendaraan pertama. Ojek merupakan satu-satunya sarana transportasi umum di desaku. Sebab, hingga saat ini belum ada sarana transportasi resmi yang beroperasi di desaku. Jika tidak ada ojek, terkadang aku menumpang kendaraan bak terbuka yang oleh masyarakat digunakan untuk mengangkut sayur-sayuran hasil panen menuju pasar subuh di kota.

Perjalanan dari desa tempat tinggalku dan bertugas menuju jalan raya ditempuh selama 1 jam. Sebenarnya jarak antara desa ke jalan raya hanya 3 kilometer. Namun, kondisi jalan desa yang tidak baik dan kurang rata menjadi kendala yang belum dapat diselesaikan sampai saat ini. Yah, jalan di desaku berupa jalan makadam yakni sebuah jalan yang terdiri dari tanah dan tatakan batu kali yang tidak rata. Jika musim kemarau, jalannya berdebu. Sedangkan pada musim hujan seperti sekarang ini, jalan begitu licin sehingga pengendara harus berhati-hati jika sedang melintas.

Advertisements