Cerpen Arsyad Salam (Rakyat Sultra, 26 November 2018)

Perempuan yang Menangis Melihat Masjid ilustrasi Rakyat Sultra
Perempuan yang Menangis Melihat Masjid ilustrasi Rakyat Sultra

1/

Idulfitri 2017.

Suara takbir sudah terdengar sejak semalam sampai pagi ini. Dari pengeras suara masjid di tengah teluk, gema takbir bersahutan dengan suara yang sama dari radio dan televisi warga Kampung Bakau.

Ruwah sudah siap-siap sejak tadi. Ia sudah mengatur mukena, berhias secukupnya dan tak lupa menyiapkan uang recehan yang nanti akan ia bagikan pada fakir miskin di pinggir jalan menuju masjid. Tapi beberapa saat lamanya ia enggan keluar dari kamar. Risal mengira ibunya masih tidur. Namun, begitu ia sadar kalau saat itu ibunya sedang menangis, ia pun bergegas mandi dan bersiap ikut salat id berjamaah di masjid teluk.

Dua hari sebelumnya, sepulang dari mencari kepiting dalam rimbun bakau, Risal mendapati ibunya sedang membuat bungkus ketupat sambil memandang teluk. Dari matanya yang sembab, Risal tahu ibunya habis menangis tapi ia pura-pura tak melihatnya.

Baca juga: Anjing Pak Gendang – Cerpen Arsyad Salam (Padang Ekspres, 04 November 2018)

“Dapat banyak hari ini, Nak?” tanya Ruwah, mencoba mendahului sebelum Risal bertanya kepadanya.

“Hanya ini, Bu,” sahut Risal, “kepiting tak ada lagi di teluk ini, Bu yang banyak justru plastik.” Sekilas Ruwah memandang ikatan kepiting di tangan anaknya. Ia ingin mengatakan sesuatu tapi batal.

Advertisements