Drama Akhudiat (Radar Banyuwangi, 11 November 2018)

Deny Oh Deny Oh Oh ilustrasi Radar Banyuwangi
Deny Oh Deny Oh Oh ilustrasi Radar Banyuwangi 

Monolog Kangmas

AKU ketemu Deny di tikung ruang-waktu, ia muncul begitu saja dari kabut embun pagi, di kedua tangannya segenggam bunga dan segenggam pakis muda.

Deny oh Deny oh oh

Ia cium bunga segar dan pakis hijau, hirup aroma tumbuhan, embun pagi, kabut berangsur hilang, kecipak kali-wangan, kepong kebo, sapi, dan keciput kambing. Deny di lereng bukit, menapak ke puncak.

Di tengah persawahan hijau, kuning, berlumpur, 2-3 tumpukan jerami kering di sawah kering bertonggak bambu, berair saluran bambu atau belahan batang pinang, bukit itu bagai gugus piramida berumput hijau, hitam, terbakar, semaksemak hijau dan bunga/buah merah, jadilah warna-warni alami. Bukit kecil berdangau kecil.

Deny oh Deny oh oh

Kau masih berumah di pedokan sawah pinggir jalan dukuh Karanganyar-Tegalwero, dan di pertigaan Tegalwero ada jalan nuju pesisir timur dan kota kawedanan di barat?

Aku bersepeda ontel pernah kau ampirkan ke warung/rumah medok-mu: menikmati nasi jagung, sayur kelor, sambal petai, ikan asin bakar.

Oh Deny, maaf ”say”, ah keliru, belum ada say. Masa itu dik, nduk, wuk, beng, bing, wadon, lik, tik, cuuuk. Aku habiskan nasi sebakul, terpaksa kalian serumah/sewarung menanak lagi dua kukusan di atas perapian lumpur kering panjang dua lubang berkayu bakar pohon turi tua atau lamtoro garing. Emakmu hanya minta bayaran 150 sen, kugenapi 200 sen= 2 ripis/rupiah.

Dan sepeda ontel kukayuh ke pesisir, angin laut sudah terasa di Tegalwero, sebentar nanti tiba di Banyualit tepi laut. Ada jalur setapak ke kanan, ke Desa Patoman, kawasan konsentrasi saudara-saudara penyeberang dari Bali dengan denah rumah mereka yang khas: rumah induk dari ruang tamu hanya sampai sentong dalam, depan rumah induk menyeberang halaman ada bangunan dapur, kamar mandi, serta ruang terbuka. Rumah-rumah mereka dikelilingi kebun kelapa lebat dan subur. Aku kenal keluarga Paknom Riko.

Jalur ke kiri: Desa Badean, ke utara terus Desa Sukojati, kawasan kantong berbahasa Melayu. Badean ke barat Dukuh Karanganyar Desa Karangbendo.

Advertisements