Maka terjadilah peristiwa berdarah itu. Dajiman mendadak kembali bersama ribuan orang yang meneriakkan takbir, membawa golok dan senjata-senjata tajam lainnya. Orang-orang yang dianggap meyakini ajaran Kyai Juhri, diseret paksa dan dibakar di tengah-tengah dusun. Padepokan Beliung Alif dirobohkan, mereka membakar murid-murid yang bersikeras tetap memihak pada Kyai Juhri dan ajaran-ajarannya. Mereka lalu membawaku. Menyeret dengan paksa.

“Akhirnya ketangkap juga kamu, pengkhianat!”

“Ulama sesat memang pantas dihukum mati!”

“Jangan terkecoh, dia tukang sihir yang pandai. Lucuti jimatnya!”

“Lepaskan serbannya, itu yang membuatnya tetap didukung sebagai pemimpin paling bijaksana!”

“Orang-orang kiri pantas mati!”

“Jangan biarkan darahnya menyatu dengan air. Atau rohnya akan kembali dan mewujud menjadi raga yang baru!”

Pasukan Dajiman terus berteriak-teriak memaki. Kyai Juhri benar-benar tersiksa. Seluruh tubuhnya penuh luka. Jubah kebesarannya compang-camping dikoyak golok. Jimatnya dilucuti sebelum ia diseret paksa. Orang-orang yang jumlahnya ribuan di belakang Dajiman, mereka itulah Pasukan Angin. Pasukan pembunuh paling keji yang pernah kutemui. Mereka haus darah dan kekuasaan yang memegang nilai-nilai tuhan. Mereka termakan hasut Damijan. Aku bukan komunis yang mereka tuduhkan.

Dan aku pun tiba di rimbun belantara. Hutan yang tak pernah diberi nama. Bahkan oleh penduduk Dusun Atas. Belantara yang gelap, tanpa cahaya. Jalanku satu-satunya untuk memasrahkan diri adalah dengan berdoa. Memohon kepada Dzat Maha Tunggal. Ppmilik seluruh izin dan kuasa. Napasku sudah putus-putus. Nyaris berjeda. Aku tak bisa lagi membedakan antara hidup dan mati.

Dajiman maju terlebih dulu, menyibak pasukannya yang mengelilingiku seraya berjaga-jaga, kalau sekonyong-konyong kesaktianku pulih.

“Akhirnya kami bisa menangkapmu, Juhri. Sayang, seorang murid yang kau anggap orang terpercaya itu berkhianat dan memberi tahu pada kami tentang ajimatmu yang telah diisi para leluhur.”

“Sekarang sudah saatnya kamu mati, Guru Juhri.”

Advertisements