Cerpen Alda Muhsi (Analisa, 07 Oktober 2018)

Gadis Online Shop ilustrasi Toni Burhan - Analisa.jpg
Gadis Online Shop ilustrasi Toni Burhan/Analisa

DITINGGAL kekasih saat cinta sedang mekar-mekarnya memang begitu menyakitkan. Apalagi ditinggal dengan cara-cara tidak adil, ditinggal dengan pengkhianatan. Setidaknya itulah yang dirasakan Andini. Peristiwa itu terjadi ketika acara perpisahan sekolah ia mendapati pacarnya sedang bermesraan dengan seorang guru muda yang selama ini memang dicurigainya.

Keputusannya kuliah di luar kota memang sangat tepat. Selain untuk menimba ilmu di tempat yang lebih bergengsi, ia juga berharap agar dapat melupakan kesedihannya di kampung halaman.

Akan tetapi pada kenyataannya sejauh apa pun bentangan jarak tak akan mampu menutup katup luka di dadanya. Andini masih saja terbayang kebersamaan dengan pacarnya dahulu. Setiap liku dan terjal jalan yang telah mereka lewati. Walau masih berbau monyet, tapi cinta mereka telah terikat oleh cita-cita. Sayang segalanya telah kandas dan menimbulkan bekas sangat dalam.

***

Untuk menghemat biaya Andini menyewa kamar kos berdua dengan Diana, teman sekelasnya. Selama kuliah ia tak pernah meminta kiriman uang dari orangtuanya. Andini telah bertekad untuk mencari penghasilan sendiri. Selain mengejar beasiswa, ia juga menggeluti bisnis online shop yang menjual pakaian pria dan wanita. Hanya bermodal gawai yang dimilikinya ia memajang foto barang dagangannya di Instagram dan Facebook. Hasil yang ia dapatkan cukup lumayan.

Baca juga: Siapa Pembunuh Mira Marcela – Cerpen T Agus Khaidir (Analisa, 16 September 2018)

“Diana,” sapa seorang lelaki di balik punggungnya.

“Ya, Abdur, ada apa?”

“Aku lihat kau sering sekali bersama Andini.”

“Iya benar, kami satu kos.”

“Oh pantas saja, tolong beri tahu aku apa yang disukainya, sejak pertama bertemu aku begitu mengaguminya.”

“Ah, kau serius? Bagaimana bisa kau jatuh hati pada Andini yang beku itu?”

Advertisements