Cerpen T Agus Khaidir (Analisa, 16 September 2018)

Siapa Pembunuh Mira Marcela ilustrasi Renjaya Siahaan - Analisa.jpg
Siapa Pembunuh Mira Marcela ilustrasi Renjaya Siahaan/Analisa

TIDAK lama nama ini disandangnya. Cuma empat tahun lebih beberapa bulan. Dia sering jatuh sakit dan konsultasi ayahnya ke orang-orang pintar dan orang-orang alim. Hasilnya identifikasi persoalan: namanya kelewat berat dan mesti diganti.

Kenapa Haji Zainuddin memilih Anamira Isnaini Khadijah dan apa makna di baliknya, aku tidak tahu. Mira tak pernah bercerita. Pastinya, dengan nama ini dia sempat menapak di jalan yang pernah dijejaki Nur Asiah Jamil. Sampai usianya menyentuh angka 16, dia meraih 78 tropi MTQ dan sejumlah penghargaan lainnya. Sulit dihitung berapa kali dia mengaji di acara ceramah agama. Wiridan, ulang tahun, pernikahan, sampai peresmian toko atau kantor.

Dua tahun kemudian Anamira Isnaini Khadijah justru lebih dikenal sebagai pedangdut. Dia merantau ke Jakarta dan mengganti namanya menjadi Mira Marcela. Bagaimana belokan tajam ini bisa terjadi dan membuat Haji Zainuddin tega melempar kutuk. Tak lagi mengakuinya sebagai anak, tidak kalian temukan di sini.

Barangkali akan kuceritakan lain waktu. Di sini aku cuma ingin bilang, entah karena kutuk itu atau memang ada sebab lain yang lebih sahih. Persis di hari ulang tahunnya ke 29, Mira Marcela memutuskan mengubur mimpi-mimpinya di panggung dangdut. Dia tak lagi sanggup menyaingi pedangdut-pedangdut muda. Di atas panggung nekat melakukan apa saja untuk memukau penonton.

Baca juga: Apologia Si Sariburaja – Cerpen Marina Novianti (Analisa, 08 Juli 2018)

Berbekal simpanan Rp. 5 juta diserahkannya pada seorang calo TKI, Mira Marcela—bersama 114 perempuan lain—masuk Malaysia lewat pelabuhan gelap di Tanjungbalai, Sumatera Utara. Dari Jakarta mereka diangkut bus. Janji calo itu, Mira Marcela akan bekerja sebagai penyanyi tetap di kafe milik pengusaha asal Semarang di Kuala Lumpur.

Dia kena tipu. Disekap empat bulan 12 hari di satu gudang, Mira Marcela dipekerjakan di pabrik pembuatan sekrup di seputaran Shah Alam, Selangor.

Kurang lebih setahun berselang dia mendapat pekerjaan lain sebagai pembantu rumah tangga. Gajinya per bulan 1100 ringgit, ditambah jatah makan tiga kali sehari. Dalam sepekan dia diberi libur 24 jam penuh.

Nasibnya tak beranjak lebih baik. Mira Marcela tiga kali nyaris diperkosa. Masing-masing sekali oleh majikan lelaki, sekali oleh sopir dan sekali oleh anak majikan yang belum genap berusia 15. Gajinya juga kerap ditunggak dan dipotong untuk kesalahan-kesalahan menggelikan.

Advertisements