Cerpen Adam Yudhistira (Padang Ekspres, 19 Agustus 2018)

Togel ilustrasi Orta - Padang Ekspres.jpg
Togel ilustrasi Orta/Padang Ekspres 

SEJAK terkena PHK setahun yang lalu, Raflizon mulai tergila-gila bermain togel. Buku Tafsir Mimpi jadi panduannya menebak angka-angka. Bahan obrolan dengan tetangga dan kawan-kawannya pun tak pernah jauh dari soalan angka-angka. Bahkan jika di jalan dia berpapasan dengan orang gila, dia akan bertanya berapa angka togel yang akan keluar esok harinya.

“Itu kode alam,” katanya kalau ada orang bertanya perihal kebiasaannya menanyai orang gila.

Orang-orang yang mendengar jawaban itu biasanya langsung tertawa, lalu berbisik-bisik menggunjing Raflizon di belakang. Bisik-bisik itu lama kelamaan menyengat telinga istrinya. Bagaimanapun juga, sebagai istri, Halimah turut kecipratan malu akibat tingkah laku Raflizon.

“Kapan kau akan berhenti bermain-main dengan kertas itu, Bang?” sambar Halimah pada suatu pagi.

“Aku akan berhenti kalau sudah kaya,” jawab Raflizon sambil tertawa. Ia tetap asik menekuri selembar buku yang penuh oleh coretan-coretan angka-angka meskipun Halimah sudah terang-terangan tak menyukainya.

Halimah akhirnya bersungut-sungut, “Iya, teruskan saja mimpi itu, Bang. Kalau perlu tak usah bangun lagi!”

Baca juga: Satu Jam Bersama Dongga – Cerpen Adam Yudhistira (Suara NTB, 11 Agustus 2018)

“Halah! Kalau aku menang, kau juga yang akan senang,” ujar Raflizon berdalih sengit dan membanting pena ke atas meja.

“Aku lebih senang kalau kau mencari kerja. Kalau cuma menggantungkan mimpi pada kertas-kertas setan itu, lama-lama bukan kau saja yang gila, aku juga bisa ketularan gila!” lolong Halimah

“Ah, diamlah kau perempuan! Kutampar kau nanti!” bentak Raflizon dengan sorot mata seperti ingin melahap bulat-bulat tubuh kurus istrinya.

Halimah mendengus dan meninggalkan Raflizon kembali berkutat dengan buku-bukunya. Lelaki itu melanjutkan pekerjaannya merumuskan angka-angka yang dipikirnya bisa membuatnya kaya raya.

***

Advertisements