Cerpen Rosni Lim (Analisa, 12 Agustus 2018)

Gadis Ceroboh ilustrasi Toni Burhan - Analisa
Gadis Ceroboh ilustrasi Toni Burhan/Analisa 

“PRAAANG…!” suara barang pecah terdengar dari ruang dapur di siang itu, membuat kening Bu Aini mengerut. Itu pasti Lili, putri bungsunya yang sudah memecahkan gelas saat sedang mencuci piring.

Dengan tergesa, Bu Aini menuju dapur. Benarlah! Di situ, dilihatnya Lili sedang berjongkok, mengumpulkan pecahan gelas kaca yang berserak di lantai keramik.

“Aduh! Jangan dipunguti dengan tanganmu, Lili! Kalau nggak hati-hati bisa tergores atau tertusuk jari tanganmu. Sini, biar Ibu sapu saja!”

Lili menaruh kembali beberapa keping pecahan gelas yang sudah ditaruhnya di tangan. Dengan wajah menyesal, diangkatnya kepala dan ditatapnya Bu Aini. “Maafkan aku, Bu. Aku tak sengaja.”

“Iya, iya, Ibu tahu kamu tak sengaja. Kamu hanya kurang hati-hati saja,” kata Bu Aini. Diambilnya sapu yang terletak di belakang pintu, lalu disapunya pecahan gelas di atas lantai menjadi satu tumpukan.

Lili beranjak hendak mengambil serokan sampah di dekat pintu, tapi Bu Aini segera mencegahnya, “Jangan bergerak dulu, Lili! Jangan ke mana-mana! Mana tahu masih ada pecahan gelas yang kecil-kecil belum tersapu.”

Lili menghentikan langkahnya.

Bu Aini berjalan berjingkat-jingkat mengambil serokan sampah setelah dia siap mengumpulkan pecahan gelas di atas lantai. Disorongnya pecahan gelas yang berbahaya itu ke atas serokan sampah.

Lili cuma berdiri mematung melihat apa yang dikerjakan ibunya. Gadis belia kelas III SMP itu merasa sangat menyesal. Bukan cuma sekali ini dia memecahkan gelas, tapi sudah belasan kali kalau dihitung sejak dari masa kanak-kanaknya.

Lili melihat ibunya mengambil kertas koran untuk membungkus pecahan gelas itu, mengikatnya dengan karet, lalu mengambil spidol dan menulis di atas kertas koran itu. “Awas, pecahan gelas!”

“Kenapa harus ditulis seperti itu, Bu?” tanya Lili. “Bukannya tinggal dibuang ke tong sampah?”

Advertisements