Cerpen Adam Yudhistira (Suara NTB, 11 Agustus 2018)

Satu Jam Bersama Dongga ilustrasi Suara NTB.jpg
Satu Jam Bersama Dongga ilustrasi Suara NTB 

Penampilan Dongga betul-betul menyeramkan. Wajar jika Rosana sedikit gentar. Rambutnya panjang riap-riapan. Wajahnya ditutupi cambang dan kumis yang membelukar. Rosana duduk dan berusaha bersikap setenang mungkin. Wawancara ekslusif ini akan segera dimulai. Sebagai reporter profesional, ia harus menyingkirkan perasaan gugup itu agar semuanya berjalan lancar.

“Saya di sini untuk menolong Anda.”

“Mengapa Anda berpikir saya butuh pertolongan Anda?” tanya Dongga dingin. Raut wajahnya tak bersahabat.

“Saya percaya Anda memiliki alasan kuat membunuh mereka.”

“Seseorang yang terpojok ke satu sudut dapat melakukan sesuatu yang pada keadaan normal tak akan mereka lakukan, Nona.”

“Saya setuju,” kata Rosana mengangguk. “Begitu banyak kemungkinan yang membuat seseorang harus kehilangan sisi kemanusiaannya.”

“Seperti saya?”

Rosana mengedikkan bahu. “Mungkin saja,” jawabnya santai.

Suasana di ruangan pengap itu masih membeku, masih menciptakan jarak tajam antara Rosana dan Dongga. Gadis itu berusaha meleburkan batas-batas dengan bersikap seakrab mungkin. Tapi batas-batas tegas itu tak mau mencair.

“Apakah menurut Anda, saya bukan manusia?”

“Anda yang paling tahu jawabannya,” jawab Rosana diplomatis.

Baca juga: Riwayat Gelang Akar – Cerpen Adam Yudhistira (Lampung Post, 29 Juli 2018)

Rosana tahu bahwa apa yang sedang ia lakukan sekarang adalah permainan menantang maut semata-mata. Berdua dengan seorang pembunuh brutal dalam satu ruangan adalah hal yang sangat berbahaya. Namun sejak hari yang berangin dan mendung ketika meliput ke desa Wattimpena satu bulan yang lalu, Rosana tergugah untuk mencari kisah dramatik lain di balik kasus Dongga.

Sejauh ini, Rosana belum menemukan apa pun. Narasumbernya tutup mulut. Nomor ponsel yang ia berikan pada mereka, tak sekalipun berbunyi meskipun ia mengaktifkannya selama 24 jam penuh. Satu-satunya informasi yang ia dapat hanya satu: Dongga ditahan di penjara ini.

Advertisements