Cerpen Rifat Khan (Rakyat Sumbar, 11-12 Agustus 2018)

Cak Lan di Gedung Putih ilustrasi Rakyat Sumbar.jpg
Cak Lan di Gedung Putih ilustrasi Rakyat Sumbar 

KENAPA Dalang kurus itu membuat tubuhku tambun seperti ini? Gerutu Alif tak berterima dengan badannya yang dibuat tambun oleh sang Dalang.

“Kau ini, protes terus. Beliau kan orang yang menciptakan kita. Syukur-syukur kita hidup.” Nasehat Alea menghampiri Alif.

“Kau ini, terlalu banyak bersyukur. Dasar!!!” Alif menepuk kepala Alea.

Hayoooo pilih mana? Bertubuh tambun atau tiba-tiba mati di udara?”

“Kau pintar sekali memberi pertanyaan semacam itu? Jelaslah aku milih tetap bertubuh tambun dan masih hidup,” Alif kemudian duduk dan menopang dagu dengan sebelah tangannya.

“Tapi hidup juga repot, Lif, jadi orang jahat kita pasti punya banyak musuh. Jadi orang baik pun musuh pasti akan selalu ada,” Terang Alea.

“Ah, saya teringat cerita yang pernah didongengkan si Dalang.” Desis Alif.

“Cerita apa atuh?” Alea penasaran dan mendekatkan wajahnya ke Alif.

“Itu loh, seorang tokoh kurus yang ingin bertemu Van Basten. Tapi akhirnya meninggal,” Alif memegang pundak Alea dan mendekatkan kepalanya seperti tengah berbisik.

“Oh itu toh, dia orang baik ya? Tapi kok dibunuh?” Alea seperti semakin penasaran.

Aku bisa tenggelam di lautan. Aku bisa diracun di udara,” [1] Alif melenggangkan kedua tangannya sembari berjalan berputar-putar di dekat Alea.

Walaaah kok malah nyanyi to? Bukannya justru mendoakan arwah beliau yang sudah 12 tahun wafat.” Kepala Alea geleng-geleng.

Tepuk tangan riuh mulai terdengar. Para tamu undangan begitu terhibur. Obama senyum-senyum sendiri. Tirai tertutup dan sesaat terbuka lagi. Seorang tokoh masuk menemui Alea dan Alif. Tokoh lelaki dengan jenggot panjang yang bernama Badri.

“Kalian ngomong apa atuh? Kok serius banget?” Badri mendekatkan kepalanya bergantian ke arah Alea dan Alif.

“Ini loh, si Alif sedang ngeluh dan tak berterima dengan tubuh tambunnya,” Alea menunjuk Alif.

Ah, gitu aja repot. [2] Lebih baik bertubuh tambun ketimbang diracun saat minum kopi,” Ceramah Badri kepada Alif.

Advertisements