Cerpen Alex R NainggolanAlex R Nainggolan (Lampung Post, 05 Agustus 2018)

Perempuan Terindah ilustrasi Sugeng Riyadi - Lampung Post
Perempuan Terindah ilustrasi Sugeng Riyadi/Lampung Post 

Jadi kau akan benar-benar meninggalkanku? Setelah tahun-tahun berlalu. Bersama. Penuh dengan bahagia. (+)

– Kau tak akan pernah memahaminya.

+ Tapi bagaimana dengan kenangan itu?

– Indah memang. Tak pernah terganti. Seperti dirimu. Perempuan terindah, yang mungkin tak akan kutemui lagi.

+ Begitu menyakitkan. Begitu memerihkan. Andai luka ini bisa kubagi lagi denganmu. Sebagaimana kebahagiaan yang telah kita lewati.

– Cinta memang pahit.

+ Namun bukankah kau mencintaiku?

– Lebih dari apa pun. Tapi aku harus pergi. Ada yang tak dapat kupahami dari dalam diri.

+ Aku tak akan rela. Jika engkau meninggalkanku cuma karena kepincut dengan perempuan lain. Perempuan yang lebih menggairahkan bagimu? Jangan-jangan kau memang telah lama menjalin hubungan dengan yang lain. Beritahu aku siapa orangnya!

– Bukan itu soalnya. Ada banyak yang tak kau pahami. Ada banyak yang tak kau mengerti.

+ Bahkan setelah bertahun-tahun? Setelah susah senang pernah kita rasakan berdua. Kau! Begitu teganya. Mana perkataanmu yang dulu jika engkau akan selamanya mencintaiku.

– Ya. Setelah bertahun-tahun. Tak akan pernah kulepas itu semua. Tak akan mudah terhempas. Seperti juga aku mengingat kau seluruh. Legam rambutmu. Setiap sudut lekuk tubuhmu. Bahkan harum napasmu. Inilah hal yang tak akan pernah mudah. Tapi aku mesti mengakhiri. Asmara melulu menyisakan enigma yang selalu tak bisa dipecahkan. Ini rumit.

Baca juga: Jika Banjir Jadi Datang di Jakarta – Cerpen Alex R Nainggolan (Suara Merdeka, 10 Maret 2013)

+ Rencanamu setelah ini? Apakah kau akan pergi pula meninggalkan kota ini? Kota yang telah kaukenal setiap ruas jalannya. Kota yang terasa sumpek, tapi kau memilih untuk tinggal di dalamnya. Kota yang akhirnya cuma membuat dirimu sebagai pecundang…

– Apa maksudmu? Untuk hal yang satu ini rencanaku belum tertata. Entah setelah ini aku akan ke mana. Mungkin aku akan menjelma Eros. Dan kota ini juga terlalu menyakitkan untuk ditinggali. Begitu banyak kesedihan yang terpatri di sini. Begitu banyak orang yang tiba-tiba merasa menang, lalu kalah. Jatuh lalu bangun. Kaya lalu miskin.

Advertisements