Cerpen Rosyid H. Dimas (Solo Pos, 05 Agustus 2018)

Orang-orang yang Jatuh dari Langit ilustrasi Solo Pos.jpg
Orang-orang yang Jatuh dari Langit ilustrasi Solo Pos 

Dunia sedang gempar. Di seluruh negara di penjuru bumi berjatuhan orang-orang dari langit. Koran-koran lokal, nasional, dan internasional setiap hari memuat peristiwa itu—terpampang di halaman muka dengan foto sensor seorang lelaki telanjang yang telungkup di atas tanah yang menganga dan berasap. Di internet, peristiwa itu menjadi trending topic dengan hastag #orangorangyangjatuhdarilangit.

Pun demikian di layar televisi. Stasiun-stasiun televisi dipenuhi tayangan wawancara dengan pakar-pakar astronomi, seperti berlomba-lomba menemukan sebuah kebenaran tentang fenomena ganjil tersebut. Tak ketinggalan pula, biar lebih hangat, komentar-komentar artis ternama juga ditayangkan. Akhirnya, berita orang-orang yang jatuh dari langit semakin hangat seperti sup di pagi hari dan menjamur seperti kemacetan di kota-kota besar.

Awalnya, fenomena orang jatuh dari langit itu terjadi di Amerika, Los Angles tepatnya. Ketika malam dipenuhi nyala lampu jalan, ingar-bingar diskotik, dan desah perempuan-perempuan di hotel, sebuah cahaya terang serupa komet tiba-tiba membelah langit yang bersih dari bintang-bintang. Cahaya itu jatuh tepat di tengah perempatan jalan protokol yang sedang ramai oleh kendaraan mewah dan menimbulkan suara dentuman yang keras memekakkan telinga. Sesaat tanah bergerak seperti gempa. Mobil-mobil meledak dan terpelanting tak tentu arah. Tiang listrik tumbang. Plang penunjuk jalan berjatuhan. Bangunan di sekitar jalan itu remuk. Kaca-kaca gedung di jangkauan 200 meter pecah dan retak. Listrik mendadak padam. Ingar diskotik dan desah perempuan menjadi sunyi.

Beberapa orang yang hanya mendengar suara debum itu mengira sumber ledakannya berasal dari seorang teroris yang melakukan bom bunuh diri. Sedangkan yang melihat cahaya seperti api itu dengan mata kepala sendiri mengira sebuah batu meteor telah menembus atmosfer dan jatuh di permukaan bumi. Yang lain lagi mengira, pastilah itu pesawat luar angkasa.

Namun, ketika orang-orang telah bergerombol di tempat kejadian perkara yang dipenuhi serakan tanah dan aspal yang hancur, betapa tcrkejutnya mereka ketika mendapati seonggok tubuh telanjang seperti manusia berumur tiga puluh tahunan tertelungkup di atas tanah yang menganga dengan tubuh yang masih menguarkan asap dan hawa panas. Sesaat kemudian polisi tiba dan memasang garis pembatas sejauh 5 meter di sekeliling tanah yang berlubang dengan diameter 15 meter itu. Wartawan telah berjejal di garis pembatas dengan kamera-kamera yang membidik seonggok tubuh yang telungkup. Lampu blitz berkilat-kilat. Dan akhimya, tubuh itu diamankan polisi.

Advertisements