Cerpen Irul S Budianto (Rakyat Sumbar, 04-05 Agustus 2018)

Semilir Angin Pagi ilustrasi Rakyat Sumbar.jpg
Semilir Angin Pagi ilustrasi Rakyat Sumbar 

MINGGU pagi yang indah. Langit begitu cerah. Matahari pun memancarkan sinar lembut dan semilir angin seperti menambah gairah hidup. Betapa senang dan bahagianya orang-orang yang bisa merasakan suasana seperti ini.

Ya, saat-saat seperti ini biasa dirasakan oleh Jessica. Untuk lari-lari kecil atau sepedaan di kompleks perumahan. Olahraga ringan sambil menghirup segarnya udara pagi. Dan yang pasti, saat-saat seperti itu Jessica selalu ditemani pendamping setianya, Hendrias. Cowok ganteng yang telah mengisi hari-hari Jessica.

Tapi sekarang? Jessica hanya duduk di teras rumahnya. Pandangannya tak lepas dari bunga-bunga yang sedang bermekaran di pot yang tertata rapi di dekatnya. Ah, memandang bunga-bunga itu ada sedikit rasa iri yang mengganjal di hati Jessica. Sesaat kemudian Jessica merasakan mekarnya bunga-bunga cinta antara dirinya dengan Hendrias. Merasakan indahnya hari-hari saat bersama dengan cowok yang sudah mendampingi cukup lama. Tapi sekarang tiba-tiba bunga-bunga cinta itu akhirnya layu.

Gara-garanya, suatu hari Jessica mendapat kabar dari Pras, teman kuliahnya. Pras berceloteh kalau Hendrias pernah berduaan dengan seorang cewek dan terlihat mesra sekali. Jessica pun cemburu berat mendengar kabar itu dan kemudian memilih diam. Selalu menghindar dari Hendrias. Tentu saja melihat sikap Jessica seperti itu menjadikan Hendrias bingung sendiri. Meski Hendrias telah berulangkali tanya kepada Jessica apa yang menyebabkan dirinya bersikap seperti itu, tapi hasilnya tetap nihil. Dan karena Jessica tetap tak mau buka mulut mungkin hal itu yang menjadikan Hendrias sudah dua minggu ini tak datang ke rumah Jessica.

Jessica menarik nafas panjang. Bunga-bunga di pot itu masih ditatap lekat-lekat. Beberapa saat kemudian Jessica pun berdiri, kakinya diangkat pelan dan melangkah menuju kamarnya. Tubuhnya lantas dilemparkan begitu saja ke atas tempat tidur.

Dada Jessica terasa sesak. Udara yang keluar masuk hidungnya dirasakan seperti tak normal. Uh, dasar cowok sukanya menang sendiri! Hendrias, kamu jahat! Kamu tega menyakiti Jessica. Kamu selingkuh dengan cewek lain. Begitu kata hati Jessica kelabakan sendiri.

Advertisements