Cerpen Dody Wardy Manalu (Padang Ekspres, 29 Juli 2018)

Kumbang Kotoran ilustrasi Orta - Padang Ekspres.jpg
Kumbang Kotoran ilustrasi Orta/Padang Ekspres

Emak Kundir menduga, Hamdan, suaminya selingkuh. Ranjang mereka tidak sehangat dahulu. Gaji Hamdan sebagai buruh bangunan habis entah ke mana. Tidak pernah bersisa sampai ke rumah. Anak mereka sudah empat hari mogok sekolah karena celana seragamnya bolong membentuk kaca mata di bagian pantat. Teman-temannya kerap menertawai.

“Berangkatlah sekolah, Nak! Besok, ibu akan membeli celana barumu.” bujuk Emak Kundir tadi pagi.

“Aku tidak mau sekolah sebelum celanaku diganti.”

“Tapi kamu sudah empat hari bolos.”

Sesak dada Emak Kundir mendengar keluhan anaknya. Emak Kundir sendiri tidak tahu harus berbuat apa. Boro-boro beli celana. Utang beras di warung Emak Joran sudah menumpuk. Kemarin, memaksa diri kembali ngutang sebungkus garam. Masih diberikan walau dibarengi sumpah-serapah.

“Ibu dulu berangkat sekolah dengan celana bolong. Apa tidak malu?”

Anaknya menangis meringkuk di balik pintu. Kejadian tadi pagi membuat Emak Kundir memantapkan hati melakukan semua ini. Sudah tiga jam Emak Kundir menjejaki jalan setapak menuju rumah Datuk Maligi di puncak gunung. Sesekali kaki terpeleset. Peluh membalur si kujur tubuh.

“Mau ke mana? Bukankah hari sebentar lagi akan gelap?”

Tak menyangka, di jalan setapak dalam hutan, Emak Kundir bertemu dengan Emak Joran, si pemilik warung nyinyir itu. Emak Kundir tergeragap mencari alasan masuk akal.

“Agama melarang tindakan bunuh diri meski beban hidup menghimpit.”

Emak Joran belum jera menghina Emak Kundir.

“Hanya ingin mengambil kayu bakar yang aku kumpulkan dua hari lalu.”

Emak Kundir menemukan alasan tepat. Tidak mungkin menceritakan hal sebenarnya pada perempuan nyinyir itu. Bisa-bisa seluruh kampung tahu akan niatnya. Kabar dari bibir Emak Joran lebih cepat menyebar dari pada berita di koran-koran.

“Bayar dulu utang-utangmu andai mau bunuh diri. Jangan mati meninggalkan utang.” Ujar Emak Joran berlalu.

***

Advertisements