Cerpen Remli Nelmian Simarmata (Analisa, 22 Juli 2018)

Menari di Ujung Dermaga ilustrasi Renjaya Siahaan - Analisa.jpg
Menari di Ujung Dermaga ilustrasi Renjaya Siahaan/Analisa

SARUNE terasa dalam iangnya. Ada gondang mengiringi dengan ritme-ritme tertentu. Sarune sesekali menjerit dan sesekali pula memilu merayu, meminta.

Ompu mulajadi na bolon, dengarkan pintaku. Dengarkan permohonanku. Dengarkan kata hatiku. Urdot (rentak) kakinya dan getar tubuhnya senada dan seia dengan ritme yang dihentakkan oleh taganing (seperangkat gendang) yang mengiringi tarinya.

Sesekali wajahnya menengadah ke langit nun jauh di atas. Ada awan berarak, putih menghitam. Awan itu berarak menuju kepalanya. Semakin awan menghitam itu berada di atas kepalanya, gadis itu semakin cepat urdot-nya.

“Ya naiklah sayang. Aku menungumu. Aku ingin membawamu ke tempat peristirahatan abadimu,” demikian sang gadis terus menaikkan pintanya pada sang pencipta.

Sayangnya, tak seorang mendengar suara taganing yang semakin lama semakin menggemuruh. Tak seorang mendengarkan suara ogung yang bertalu-talu serta tak seorang mendengar suara odap yang mengaminkan. Hanya sang gadis yang mendengarkan. Termasuk satu keluarga yang terus menerus menangis di tepi dermaga.

Rinai berubah menjadi gerimis dan gerimis menjadi lebat. Angin mengencang dan sesekali terlihat kilat menyapa dengan cahayanya yang menyilau.

Baca juga: Dermaga Kecil di Sudut Desa – Cerpen Remli Nelmian Simarmata (Analisa, 03 Juni 2018)

“Ya… naiklah kekasihku. Naiklah. Aku akan mengusungmu. Naiklah…” Gadis berteriak sekuatnya. Suaranya menggemuruh, mengalahkan suara guntur. Orang-orang yang berdiri di tepi dermaga serta mulai menepi bernaung di pelataran rumah dan posko, heran melihatnya.

“Ah… apa dan siapanyakah yang meninggal? Begitu orang-orang mengguman dalam hatinya masing-masing. Banyak yang hiba melihatnya bahkan ada pula yang menuduhnya sudah mulai gila.

Tiba-tiba saja angin menyapu awan. Awan hitam menghilang jauh ke selatan dan berganti dengan awan putih dan seberkas cahaya matahari menyinari. Air danau bergelombang, beriak-riak menepi. Gelembung-gelembung kecil muncul di permukaan air biru.

Advertisements