Cerpen Dadang Ari Murtono (Suara Merdeka, 08 Juli 2018)

Pencarian Bakat ilustrasi Putut Wahyu Widodo - Suara Merdeka.jpg
Pencarian Bakat ilustrasi Putut Wahyu Widodo/Suara Merdeka

Tiga orang, satu perempuan dan tiga laki-laki, duduk di balik meja panjang menghadap mikropon berbatang kecil berwarna hitam. Melalui mikropon itulah mereka menyalurkan segala komentar pedas terhadap siapa saja di panggung seberang meja panjang.

Seorang perempuan dengan rok setinggi paha berwarna merah dan kemeja flanel ketat yang didominasi warna hijau lengkap dengan riasan yang mencolok mata mereka sebut jelmaan kakatua. Perempuan itu, yang pasti belum berusia lebih dari dua puluh dua tahun, menutup muka dengan kedua belah telapak tangan. Kedua bahunya berguncang-guncang. Lalu, setelah berhasil menenangkan diri, sedikit menenangkan diri, perempuan itu berkata, “Tapi bukankah kalian seharusnya menilai suaraku?”

Si perempuan di balik meja berkata: Suaramu seperti lengkingan monyet yang sedang kawin.

Lelaki berjas hitam di balik meja berkata: Suaramu seperti seruling. Namun seruling yang habis terlindas truk kontainer.

Lelaki berkemeja putih dengan dasi kupu-kupu berkata: Lolongan kucing yang tengah beranak jauh lebih baik ketimbang suaramu.

Perempuan di atas panggung tak kuasa menahan air mata. Air mata yang beberapa saat sebelumnya ia redakan. Ia berusaha tegar berdiri. Namun kakinya gemetar. Beberapa detik kemudian, dua lelaki berbadan tegap masuk ke panggung, lalu memapah perempuan yang pingsan itu dan membawa keluar.

Setelah perempuan itu, sebelas lelaki memasuki panggung. Mereka mengenakan seragam hitam. Seragam ketat terusan dari ujung kaki hingga leher. Tampang mereka menunjukkan ketegangan. Mereka membungkuk ke ketiga makhluk mengerikan di balik meja panjang. Makhluk-makhluk yang telah malih rupa jadi malaikat pengadil. Perempuan di balik meja langsung nyerocos: Bagaimana kalian memakai pakaian itu? Apakah penjahit menjahitnya langsung di tubuh kalian seperti itu? Lalu bagaimana kalian nanti melepasnya? Dengan mengguntingnya?

Dua lelaki yang mengapit perempuan itu tersenyum masam. Si laki-laki berjas hitam bertanya: Apa yang akan kalian lakukan?

Advertisements