Cerpen Marina Novianti (Analisa, 08 Juli 2018)

Apologia Si Sariburaja ilustrasi Renjaya Siahaan - Analisa
Apologia Si Sariburaja ilustrasi Renjaya Siahaan/Analisa

SIAPA namamu?”

“Kenapa kau tanyakan lagi, Ito?”

“Sebutkanlah. Aku suka mendengarmu menyebutkan namamu. Sebutlah lagi.”

Boasa? Kenapa kau suka? Kau kan sudah hapal namaku. Dalam tidurmu semalam pun, kau panggil-panggil aku. Padahal aku di sebelahmu.”

“Ah. Sudahlah. Sebutkanlah. Tak pernah cukup bagiku mendengarnya sekali, dua kali, berapa kali pun!”

Bola matamu sarat kegemasan, ketaksabaran, tumpah gelegak cinta. Untukku, semoga hanya untukku! Aku benar-benar rindu mendengarmu bercerita tentang namamu, Pareme. Lekat-lekat kutatap matamu, tak sabar menantikan cericit burung sawah yang melantun dari bibirmu. Di sini, di hutan Sabulan ini.

“Baiklah. Aku Si Boru Pareme. Ompung doliku langit. Ompung boruku mentari. Amangku angin. Inangku bumi. Aku ilalang. Batangku menari bersama angin. Akarku menyusu pada bumi. Kau, Saribu Raja, kau belalang. Melompat-lompat kau kelilingi aku. Kau gerigiti seludangku, hingga meliuk kegelian. Hijaumu, hijauku, bersatu oleh pendar sinar ompung kita.”

Lirihmu bukan hanya membuatku merinding. Seluruh rambutmu turut meliuk, seolah menjelma jadi ilalang, seperti yang kau ceritakan. Pareme, Pareme! Saribu Raja namaku, seribu rasaku untukmu.

Bahkan dengan perutmu yang membuncit oleh kandungan delapan bulan, kecantikanmu semakin perempuan. Kau memancarkan sinar kehidupan dua insan, dagumu tengadah menantang siulan bambu berduri dan kerlip mata binatang buas di sekitar kita.

Sejak kita tumbuh besar bersama, sudah kusadari, kau adalah separuh tondiku. Bukan hanya karena kita silinduat marporhas. Bukan karena aroma keringatmu saat menumbuk beras. Bukan liuk tubuh liatmu manortor dengan iringan gondang. Bukan lengking nyanyian burung sawahmu saat bersembah pada leluhur kita. Bukan!

Dagu keras kepalamu itulah yang selalu membuatku terpesona. Hitam bola matamu yang melebar saat kau menginginkan sesuatu; dan memang, cepat atau lambat, pasti kau dapatkan.

Advertisements