Cerpen Sule Subaweh (Suara Merdeka, 01 Juli 2018)

Pesan Kematian ilustrasi Suara Merdeka.jpg
Pesan Kematian ilustrasi Suara Merdeka

“Apa pendapatmu jika aku ingin mati muda?”

Suatu pagi kau tiba-tiba bertanya tak lucu. Aku pikir kau hanya lelah menghadapi hari-hari yang tak lagi menggairahkan, seperti kebanyakan pemuda yang kehilangan harapan. Melihat wajahmu yang serius, aku bingung dan diam.

Beberapa hari terakhir kau memang tampak aneh dan suka mengumpat. Terutama saat kau kalah main game Mobile Legends yang digemari banyak teman sebayamu. Namun tampaknya bukan kekalahan bermain muasal kemarahanmu.

“Aku hanya menghabiskan waktu di layar kaca HP!” teriakmu.

Kalimat itu belakangan selalu kudengar dari bibirmu. Kita memang menghabiskan banyak waktu dengan mengunggah dan membaca status tak jelas di Facebook. Setelah bosan di Facebook, kau pindah ke Twitter, lalu ke Instagram, Youtube, dan grup Whatsapp. Kau bahkan punya dua HP. Satu berisi game dan satu khusus komunikasi media sosial.

“Dua HP tidak cukup,” katamu saat aku tegur.

Aku lihat kau membanting HP, lalu diam sambil mengernyitkan dahi seperti merenung kesal saat melihat teman-temanmu lebih menggunakan media untuk bisnis daripada hanya bermain dan hiburan. Lalu kau meniru. Kau tak tahan godaan kembali ke kebiasaanmu bermain di dunia maya.

“Sial!” umpatmu sebelum kembali ke duniamu, dunia maya.

Jika sudah pegang HPbukan hanya mandi dan tidur yang kaukurangi, bahkan makan pun kaukurangi. Sering aku lihat kau makan sambil memencet HP, kadang mengumpat, kadang tersenyum.

“Aku tak mau jadi tua dan menyusahkan anak-cucu kelak,” ujarmu sambil berdiri.

Advertisements