Oleh Wisnu Dewabrata (Kompas, 29 Juni 2018)

Penyerahan piala kepada cerpenis Muna Masyari.jpg
Pemimpin Redaksi Kompas Budiman Tanuredjo menyerahkan piala kepada cerpenis Muna Masyari yang karya cerpennya, “Kasur Tanah”, meraih penghargaan sebagai Cerpen Terbaik Pilihan Kompas 2017. KOMPAS/YUNIADHI AGUNG

Di tengah tantangan mendongkrak minat baca kalangan muda, pertumbuhan ketertarikan pada sastra koran, khususnya cerita pendek, masih menggembirakan. Regenerasi penulis pun terus terjadi.

Menurut Pemimpin Redaksi Kompas Budiman Tanuredjo, tingginya animo masyarakat terhadap karya cerpen, antara lain, tergambar pada peningkatan jumlah karya cerpen yang dikirimkan ke Redaksi Kompas.

“Jika beberapa tahun terhitung rata-rata 10 tulisan setiap hari, sekarang jumlah cerpen yang diterima mencapai 15-16 tulisan setiap hari atau sekitar 5.400 cerpen setahun. Padahal, maksimal hanya 50 karya cerpen saja yang bisa dimuat Kompas setahun,” ujar Budiman.

Hal itu disampaikan Budiman pada Jamuan Cerpen Kompas di Bentara Budaya Jakarta, Kamis (28/6/2018). Acara ini digelar dalam rangkaian kegiatan Hari Ulang Tahun Ke-53 Kompas. Sejak 1992, harian Kompas membukukan cerpen pilihan dan memberikan penghargaan bagi cerpen terbaik di antara semua cerpen yang dimuat pada terbitan Kompas di hari Minggu sepanjang tahun.

Tahun ini, karya 21 cerpenis terpilih masuk dalam buku Cerpen Pilihan Kompas 2017. Cerpenis asal Pamekasan, Madura, Muna Masyari, dinobatkan menjadi penerima penghargaan cerpen terbaik melalui karyanya, “Kasur Tanah”. Pada kesempatan yang sama, diberikan pula penghargaan kesetiaan berkarya kepada cerpenis Wilson Nadeak.

Advertisements