Cerpen Sanie B. Kuncoro (Jawa Pos, 24 Juni 2018)

Surga Terjanji ilustrasi Budiono - Jawa Pos
Surga Terjanji ilustrasi Budiono/Jawa Pos

MEREKA datang pada suatu malam yang larut. Serupa perantau yang singgah sesudah menempuh perjalanan entah dari mana, entah pula hendak ke mana menuju.

Kau sedang menidurkan putri-putri kecilmu, sembari menikmati kantuk yang merambati perlahan. Selalu kau suka tahapan itu, saat rebah pada tilam saat semua anggota tubuh tak saling menahan beban. Napasmu terhembus ringan. Kau tahu napas itu akan makin teratur ritmenya, memberimu pelepasan yang menenangkan, melarutkanmu pada sesuatu. Itulah larut yang kau tunggu, yang akan melepaskanmu dari segala.

Mendadak pintu kamar terbuka, seketika merenggut detik-detik berhargamu. Larutmu ambyar, kantukmu buyar. Suamimu berdiri di ambang pintu.

“Mereka ingin bertemu denganmu,” katanya.

Napasmu terhela panjang. Tubuhmu belum bergerak. Energi yang kau punya seolah mengambang di sekitar, bergerak lambat atau malas menghampirimu?

Sesungguhnya kau tak ingin beranjak. Inilah zona nyaman yang melegakan dan terasa berharga bagimu. Bukan sekadar tilam lembut yang menerima rebahmu, melainkan lebih karena berada di antara hangat tubuh buah hatimu. Kau ingat sang kakak ragil tadi tak bisa tidur, mengeluh kelelahan dan mengharap pijatanmu. Anak perempuan sulungmu itu bukan tukang keluh. Dengan usia belianya dia sungguh dewasa menempatkan diri. Pada kedua abangnya dia selalu patuh, sigap membantu membereskan piring mereka seusai makan dan di saat yang lain merajuk meminta dengan manis dipetikkan buah belimbing dari pohon di kebun.

Dia pula yang selalu kau andalkan menjaga adik perempuannya saat kau harus bepergian. Dia akan menjadi penjaga sekaligus pengasuh yang penyayang. Maka ketika dia mengeluh, artinya kelelahan itu telah akut. Maka kau memijat punggungnya dengan lembut, sembari mendengarnya bercerita ini itu. Lalu si bungsu sempat terbangun, merajuk manja meminta pijatan yang sama, meski langsung tertidur kembali dalam pelukanmu. Berada di antara mereka memberimu kebahagiaan yang tak terjelaskan.

Advertisements