Cerpen Indrian Koto (Kedaulatan Rakyat, 24 Juni 2018)

Kenangan Hari Raya ilustrasi Joko Santoso - Kedaulatan Rakyat.jpg
Kenangan Hari Raya ilustrasi Joko Santoso/Kedaulatan Rakyat

“JIKA puasamu bolong satu hari saja tanpa alasan, maka puasa-puasa lain di bulan itu tidak akan diterima,” kata ibu ketika aku kelas tiga sekolah dasar. Ajaib, untuk pertama kalinya puasaku penuh sebulan tanpa bolong sama sekali.

Kata-kata ajaib ibu itu terus menjadi motivasi buatku untuk selalu berpuasa dan tak ingin bolong satu hari pun. Namun, seiring usia, justru aku merasa puasa terasa semakin berat dan penuh godaan.

Yang sangat berat bagiku ketika kecil tentu saja bangun untuk makan sahur. Sehabis itu di minggu-minggu awal puasa, anak-anak dan para remaja, akan menghambur keluar rumah. Rasanya asyik saja sehabis Subuh jalan-jalan tak tentu arah. Mereka yang sudah mengenal asmara tentu lebih menikmati kesempatan itu. Setelahnya kami meringkuk tidur dan bangun di siang hari. Laki-laki berkumpul di pos ronda, anak gadis biasanya berkumpul di rumah teman perempuannya dengan muka penuh bedak beras.

Siang hari di bulan puasa kampung terasa sunyi-senyap. Tapi begitu sore menjelang, suasana menjadi ramai. Orang-orang sibuk mencari bahan untuk berbuka, pasar kecamatan penuh, jalanan ramai, dapur dan meja makan tak kalah ramai. Jam-jam menjelang berbuka adalah saat yang sibuk bagi semua orang. Kau tidak akan menemukan sore semacam itu di waktu yang lain. Begitu adzan Magrib berkumandang, malam menawarkan kisah yang lebih manis dan mendebarkan. Anak-anak membakar lilin, main kembang api dan mercon. Remaja lelaki membisikkan rencana di kedai kopi, anak gadis merasa bebas memilih kawan.

Menjelang Ramadhan berakhir, masjid-masjid di sekitar mengadakan acara lelang kue untuk mengumpulkan dana pembangunan masjid. Para gadis yang didaulat memegang singgang (opor) ayam atau kue bolu (kali menyebutnya roda oto) pastilah merasa menjadi ratu. Tidak semua gadis yang mendapat kesempatan untuk memegang kue atau singgang, sebab harga dipengaruhi oleh gadis mana yang berdiri di samping MC.

Advertisements