Cerpen Mashdar Zainal (Lampung Post, 03 Juni 2018)

Tragedi di Meja Makan ilustrasi Sugeng Riyadi - Lampung Post.jpg
Tragedi di Meja Makan ilustrasi Sugeng Riyadi/Lampung Post

“Kali ini kau sudah melakukan perbuatan yang fatal, Mira! Fatal!” Suara Mama melengking, seolah bisa menembus dinding dan langit-langit. Dan Mira tak begitu mengerti.

“Kau benar-benar mimpi buruk bagi Mama, bagi keluarga ini.”

Mama terus mengomel, bersungut-sungut, sambil membawa Mira menuju kamarnya. Tepatnya, menyeretnya.

“Sudah kubilang, biarkan saja ia tetap di kamar sampai tamu kita pulang, tapi kau tak mendengarku,” sahut Papa, menyalahkan Mama secara penuh—sambil memasang rantai yang sambung-menyambung dari tangan sampai ke kaki Mira.

“Untung saja tadi dia tidak menusuk tamu kita dengan garpunya itu,” tambah Papa.

Ada dua gembok besar yang menggelantung di antara rantai yang menggelangi tangan dan kaki Mira. Mira selalu membayangkan rantai yang melingkari tangan dan kakinya itu sebagai kalung raksasa—yang entah didapat Mama dan Papa dari mana, dan dua gembok besar itu adalah liontinnya.

“Aku tak tahu harus bagaimana lagi, Pa. Setan kecil itu seperti memiliki baterai di punggungnya, ia tak henti-henti berteriak meski ia berada dalam kamarnya, dan Papa tahu sendiri, suaranya begitu nyaring sampai-sampai tetangga yang lewat depan rumah bisa mendengarnya. Makanya aku coba memandikannya, memakaikan baju terbaik, menyisir rambutnya, memakaikannya bando, dan mengajaknya menemui tamu kita yang terhormat. Aku sudah memberitahunya supaya tidak macam-macam, tempo hari dia menurut saat kakeknya datang. ”

“Tapi kau lihat sendiri apa yang baru saja terjadi, apa yang dilakukan gadis manismu itu pada tamuku.”

“Sama saja. Kalau dia tetap di kamar, tamu kita tetap akan mendengar anak itu berteriak-teriak, hingga mereka bertanya ‘suara siapa itu?’, dan menurut Papa, Mama harus menjawab apa? Masa iya Mama harus menjawab ‘oh, itu suara anak kami yang kurang waras yang sedang kami pasung’, oh bagus sekali, mau dibawa ke mana citra Papa?”

Advertisements