Cerpen Benny Arnas (Jawa Pos, 08 April 2018)

Lubuk-Lubuk Itu, di Lubuklinggau, Tuan Raudal ilustrasi Jawa Pos.jpg
Lubuk-Lubuk Itu, di Lubuklinggau, Tuan Raudal ilustrasi Budiono/Jawa Pos

BANYAK sekali aliran sungai yang membelah kotaku ini, Raudal.

Memang, cerita-cerita yang kau tulis—tentang kota, kota di dalam kota, dan nama-nama kota, atau juga kenangan-kenangan yang rimbun di kota-kota yang kau singgahi atau sekadar lintasi atau kau tinggali beberapa waktu—telah membakarku untuk membalasnya, walaupun tentu saja aku sebenar sadar kalau cerita-ceritamu itu tak kau persembahkan kepadaku.

Namun, dalam beberapa ceritamu, ada sekali-dua atau bahkan tiga atau empat kau sebut nama kotaku. Bahkan dalam sebuah ceritamu yang kubaca beberapa tahun yang lalu, kau menceritakan kotaku dalam ruang khusus kenanganmu meski hanya dalam beberapa paragraf.

Tapi Raudal, Lubuklinggau bukan sekadar jalan lurus yang bisa membawamu ke dalam mimpi tanpa kelambu. Ia juga tentang lubuk-lubuk yang dimulai dari permukaan sungai dan tembus ke ulu hikayat-hikayat lama yang melingkupinya. Baiklah, Raudal, relakanlah dirimu diisap lubuk-lubuk itu…

Advertisements