Cerpen Mustofa W Hasyim (Kedaulatan Rakyat, 04 Maret 2018)

Terbongkar ilustrasi Joko Santoso - Kedaulatan Rakyat.jpg
Terbongkar ilustrasi Joko Santoso/Kedaulatan Rakyat

TERJADI percakapan sengit di antara dua karyawan teras perusahaan yang baru saja mendapat direktur baru. Siang hari. Saat istiharat. Mereka sengaja mencari restoran serba ikan yang agak jauh dari kantor. Tujuannya agar apa yang mereka percakapkan tidak terdengar oleh orang lain.

“Apakah dia punya waktu untuk mengurus perusahaan ini?”

“Tidak. Dia hanya punya nafsu.”

“Nafsu apa?”

“Nafsu berkuasa.”

“Apakah dia mampu?”

“Tidak. Tapi dia mau, sangat mau.”

“Apakah dia punya teman atau sahabat yang cerdas dan ikhlas yang dapat dimintai pendapatnya?”

“Tidak punya. Hidupnya menyendiri.”

“Lantas apa dia punya konsep mengelola perusahaan ini?

“Saya belum pernah mendengar itu. Hanya dia pernah bilang, zaman ini uang segalanya. Dia bisa memesan konsep mengelola perusahaan dari siapa pun. Yang penting, semua berjalan lancar. Melaju.”

“Tapi yang menyiapkan konsep itu belum paham sejarah dan karakter perusahaan ini.”

“Sejarah dan karakter tidak penting?

“Lantas yang penting apa?”

“Dia berkuasa. Lantas segalanya berjalan seperti biasa.”

“Kau kok tahu sampai serinci ini sih?”

“Saya kan teman dia sejak kecil. Teman sejak sekolah menengah.”

Advertisements