Cerpen Rai Sadajiwa (Tribun Jabar, 04 Februari 2018)

Toko Kenangan ilustrasi Yudixtag - Tribun Jabar
Toko Kenangan ilustrasi Yudixtag/Tribun Jabar

BILA kau hendak berjalan-jalan ke Bandung, kira-kira sekitar dua puluh meter dari kampus UPI ke arah selatan, akan kau temui sebuah kios bemama Toko Kenangan. Sesuai namanya, toko itu menjual berbagai aneka kenangan. Aku pernah mengunjunginya sekali. Kenangan yang dijajakannya cukup lengkap. Pelayanannya baik dan ramah, bisa membuat kau betah berlama-lama.

Setibanya kau di gerbang kios, kau akan dijamu dengan penuh kehormatan. Pemilik kios sepertinya seorang pengikut akut sebuah pepatan yang berbunyi: pembeli adalah raja. Pasalnya, tak satu pun pelayan Toko Kenangan membiarkan pelanggannya terabaikan. Dan lantas salah satu dari pelayan toko itu bakal menyuruh kita duduk di salah satu kursi empuk yang berderet memanjang.

“Silakan duduk sebentar. Dianjurkan untuk melamun,” begitu kata pelayan Toko Kenangan yang pakaiannya mirip seragam pegawai mini-market.

Tenang saja, kita bukan hanya dianjurkan untuk melamun sebagaimana yang kerap kita lakukan tatkala pikiran sedang pening. Seorang pelayan perempuan akan datang dan memijat bagian kepala kita. Rambut kita akan diremas-remas dengan begitu lembut dan sedikit olesan mesra. Minyak pijat yang digunakan bukanlah minyak biasa. Baunya bisa membuatmu, atau setidaknya itu yang pernah kualami, terasa melayang di udara. Kita seolah sedang diajak sebentar bermain-main ke surga. Insya Allah, dengan begitu kita pasti merasakan semacam ketenangan batin dan benak. Nah, beda lagi kalau perempuan yang datang bertandang ke toko itu. Dua orang pelayan lelaki ganteng bakal menjamu tamunya dengan baik hati dan tentu menggunakan cara-cara yang terhormat. Rambutmu—jika kau kebetulan seorang perempuan— akan dikeramas persis apa yang sering dilakukan para penata rambut. Dengan menggunakan sampo berbau harum dan menyejukkan, kau bakal terbang melayang. Kala itu kau pasti membayangkan tengah menikah dengan seorang raja yang tampan, dermawan, gagah, berani, dan mencintaunu setengah mati.

Selepas itu, kalau perhitunganku tidak melenceng, kurang lebih sekitar setengah jam setelah kita berhasil dimanjakan di kursi empuk itu, seorang pelayan lain lantas menyuruh kita agar segera beranjak. Ia bakal membawa kita ke sebuah ruangan tempat berbagai macam kenangan dijual. Kenangan-kenangan dipajang di rak-rak besi. Bahkan sudah tercantum harga-harga untuk jenis-jenis kenangan yang ingin kita beli. I Iarganya lumayan beragam, sesuai kelas kenangan yang kita minati. Kenangan kelas bawah bisa kita dapatkan dengan harga di bawah satu juta rupiah, tanpa kemasan. Sedangkan harga kelas menengah kisaran satu juta sampai lima puluh juta rupiah, tergantung ukuran— tahun pembuatan, muatan perasaan, dan kemampuannya mengoyak hati dan pikiran.

Untuk kelas yang satu ini, sekaligus kelas terakhir yang akan dibahas, ialah kelas kenangan dengan harga ratusan juta hingga triliunan rupiah. Sebelumnya aku minta maaf, untuk kelas kenangan ini aku tak punya cukup pengetahuan. Barangkali ini kelas vang hanya boleh dikonsumsi oleh kalangan, misalnya, para pejabat, koglomerat, atau kaum bangsawan. Berhubung tidak banyak pengetahuan, dan sekaligus dalam rangka mengurangi kekeliruan dan kesalahpahaman dan untuk mengantisipasi kemungkinan terciptanya hoaks, oleh karenanya tak akan kubahas lebih jauh untuk kelas kenangan yang terakhir ini. Sekali lagi aku memohon maaf sebesar-besarnya.

Selain itu, jika kau bersedia menengok ke sebelah ruangan yang lain, akan kau lihat sebuah restoran kenangan cepat saji. Di sana kita bisa memesan banyak hidangan kenangan, tentu saja tidak semua kenangan yang kita harapkan bisa dipesan. Resto kenangan cepat saji itu hanya menyediakan jenis kenangan ringan. Untuk mendapatkan kenangan berat, kau bisa membelinya di ruangan lain, ruangan yang kusebutkan tadi.

Tapi baiklah, kau tak perlu kecewa dengan menu kenangan di resto itu. Karena kau akan disuguhi banyak sekali kenikmatan. Misalnya, kita akan mendengar (atau menonton) lagu-lagu kenangan selama berada di ruang resto kenangan. Bahkan kau boleh request lagu-lagu kenangan yang kau suka. Tentu dengan bayaran yang setimpal, sesuai lagu kenangan seperti apa yang hendak kauinginkan.

Sambil menikmati pertunjukan, kita juga diperbolehkan memesan kenangan-kenangan yang memabukkan. Kenangan-kenangan yang memabukkan itu tersimpan di dalam botol, sekilas tampak serupa botol kecap, dan lekas bisa kautuang ke dalam gelas. Tenang saja, botol-botol kenangan itu tak melanggar ketentuan agama meski belum memiliki sertifikasi halal sebagaimana mestinya. Aku jamin kau tak akan pernah berniat beranjak dari resto itu setelah menikmati kenangan yang disuguhkan.

Akan kukisahkan pengalamanku kala bertandang ke Toko Kenangan saat menikmati menu-menu di resto kenangan cepat saji. Bermula ketika aku merasa muak pada mantan pacarku yang mengirim undangan pernikahannya. Sebetulnya ini kisah yang menyedihkan. Aku telah ditinggal mantan pacarku dengan cara yang tak masuk di akal. Ia memutuskan tali perasaan di hatinya karena merasa bosan melihat hidungku. Entahlah. Tapi setelah waktu cukup lama berlalu, ia memacari kawanku. Begitulah cinta memilukan yang sempat kualami.

Berkaitan dengan kesedihanku, bermula dari salah seorang rekan kantor menawariku semacam hiburan, salah satunya ialah berkunjung ke Toko Kenangan. Bagaimanapun, aku telali berjanji untuk tidak lagi menangis karena perempuan itu. Dengan berusaha memperbaiki perasaan yang terlampau porak poranda, aku pun membeli beberapa kenangan. Seperti halnya kenangan yang kubeli seharga dua ratus lima puluh ribu rupiah itu, berisi dua buah cerita menarik. Di antaranya kisah cinta dua sejoli yang berjalan mesra di bawah hujan. Dengan cekatan aku menanam kenangan itu dalam kepalaku. Meski pengaruh kenangan itu tak begitu lama, lumayan untuk sekadar mengurangi rasa pedih.

Buatku, pengalaman yang paling menarik selama berada di Toko Kenangan, tak lain ketika berkunjung ke resto kenangan cepat saji. Memang agak lucu dan amat jarang di temui, sebuah resto berada di dalam toko. Tapi biarlah. Lagi pula, resto kenangan itu cukup banyak digemari pelanggan. Oleh karenanya, akan kusarankan padamu, bila suatu hari kau berkunjung ke Toko Kenangan, luangkanlah waktumu untuk duduk di salah satu kursi di resto kenangan.

Meski begitu, tidak semua hal di resto kenangan cepat saji bisa menarik hatiku. Salah satunya, pegawai-pegawai perempuan di Toko Kenangan itu hanyalah semacam ilusi. Mereka jelmaan tokoh-tokoh fiksi belaka, yang barangkali sengaja dibuat si pemilik toko dengan tujuan menghibur para pelanggan. Kuakui, mereka cantik dan piawai menarik perasaan, lagi pintar bernyanyi. Andai perempuan-perempuan itu bukan imajinasi, pasti sudah kupacari dan bahkan akan kujadikan istri.

Satu hal yang akan kaualami jika suatu hari berniat mengunjungi Toko Kenangan, yakni tidak adanya lahan parkiran untuk menyimpan kendaraanmu. Dan bahkan kau pasti merasa kebingungan dengan letak persisnya Toko Kenangan berada. Toko Kenangan tak memiliki etalase yang biasa ditaruh di bagian beranda sebagaimana toko-toko pada umumnya, juga tak menempel banner atau apalah.

Kalau kau bertanya padaku begini, “Jadi bagaimana dong supaya bisa mengenali letak keberadaan Toko Kenangan?”

Maka akan kujawab, “Tidak tahu, sebab semua orang punya cara sendiri-sendiri untuk bisa mengenali keberadaan Toko Kenangan.”

Itu hanya sekadar informasi belaka. Tapi tak usah bersedih, bila kau tak menemukan Toko Kenangan yang kumaksud, atau kau merasa sedang malas keluar tapi tetap ingin memesan kenangan, maka cukup dengan mengetik SMS di layar gawaimu. Caranya, ketik KENANGAN spasi JENIS KENANGAN spasi ALAMAT DI MANA KAU DIMAKAMKAN spasi NAMA LENGKAP. Dengan begitu kau tinggal menunggu sejenak, kenangan yang kaupesan akan tiba secepat bayanganmu. Kenangan yang kaupesan biasanya lekas dikirim melalui zona udara. Sebaiknya kau pesan kenangan di malam hari. Jika kenangan yang kau kirim tak kunjung datang, berarti ada yang salah pada SMS yang kau ketik. Tapi kalau tak ada juga kesalahan, berarti letak kegagalan mengirim biasanya berada pada nomor yang kautuju. Catat nomornya: 906109 301294. Jangan lupa, transfer uangnya melalui ATM terdekat. (*)

 

Rai Sadajiwa, lahir dan tinggal di Subang, Jawa Barat. Karya-karyanya dimuat di sejumlah media.

Advertisements