Cerpen Risda Nur Widia (Kedaulatan Rakyat, 04 Februari 2018)

Kutukan Gerhana Bulan Merah ilustrasi Joko Santoso - Kedaulatan Rakyat.jpg
Kutukan Gerhana Bulan Merah ilustrasi Joko Santoso/Kedaulatan Rakyat

KETIKA gerhana bulan merah cakil, momster keluar dari balik jantung bumi. Demikianlah masyarakat desa Karangnongko, Bantul, percaya. Maka tidak aneh sehari sebelum gerhana, warga memberikan penerang lebih di rumah masing-masing. Mereka menambahkan onjor-onjor, obor sebagai penerang tambahan karena dipercaya dapat mengusir makhluk gelap.

Ada juga larangan bagi para ibu hamil untuk tidak keluar rumah. Lastari sendiri mendapatkan banyak peringatan dari ibu atau mertuanya. Mereka menjelaskan pada Lastari cahaya gerhana bulan itu dapat menyebabkan anaknya cacat dan keguguran. Jadi tidak aneh Lastari sering mendapat peringatan.

“Jangan keluar rumah dulu ya, Nduk?” Jelas ibu dan mertuanya. “Nanti anakmu bisa kena musibah kalau kamu di luar.”

Lastari mengikuti semua tuturan ibu dan mertuanya. Ia mengunci dirinya di rumah untuk menghindari cahaya bulan. Lastari tidak mau terjadi sesuatu dengan anaknya.

***

Memang gerahan bulan yang akan terjadi memberikan banyak dampak pada desanya. Dan warga sendiri seperti lekas mengaitkan apapun yang terjadi dengan tulah gerhana bulan merah.

Seperti meninggalnya Sukram. Kematian pria itu dianggap sebagai kutukan gerhana bulan merah. Begitu juga dengan matinya ikan-ikan atau gagalnya panen singkong warga.

Sementara itu kutukan bagi ibu hamil seperti Lastari adalah ketidakleluasaan melakukan apapun. Selain tidak dibolehkan melakukan aktivitas di luar rumah, Lastari juga tak dibolehkan untuk memegang benda tajam di dapur. Bahkan Lastari dan ibu hamil lainnya dilarang untuk memasak. Karena akan membawa kutukan.

“Bila kau memasak ketika gerhana sedang terjadi,” jelas ibu dan mertuanya. “Masakanmu akan tidak enak selamanya. Dan suamimu akan selingkuh.”

Mendengar itu Lastari merasa takut. Lastari tidak ingin suami yang dicintainya berpaling. Namun di sisi lain, Lastari mulai jengah dengan semua kutukan yang dibisikkan ibu dan mertuanya.

***

Lastari mengikuti semua larangan. Lastari yang sebenarnya tumbuh dengan pandangan modern patuh. Sepanjang hari saat gerhana ia bahkan memilih pulang ke rumah orangtuanya. Sementara suaminya menjaga rumahnya yang berada di seberang desanya. Namun tiba-tiba ketika gerhana terjadi, ia mendapatkan pesan nyasar yang menyatakan suaminya kecelakaan. Lastari yang panik lekas menanggalkan mitos-mitos. Dan di rumah itulah Lastari mendapatkan kutukan yang sebenarnya. Suaminya sedang bercumbu dengan wanita lain. n-e

 

Risda Nur Widia, Alumni Mahasiswa UST.

Advertisements