Cerpen Galeh Pramudianto (Koran Tempo, 03-04 Februari 2018)

Nolan ilustrasi Munzir Fadly - Koran Tempo.png
Nolan ilustrasi Munzir Fadly/Koran Tempo

Namaku Roger. Setidaknya, demikianlah rekanku Nolan memanggilku. Aku adalah sebuah komputer, sementara Nolan adalah seorang developer dan praktisi di bidang kecerdasan buatan. Aku adalah salah satu hasil ciptaannya. Aku merupakan bagian dari jaringan Nolanhippo, jaringan yang dapat memverifikasi beberapa pertanyaan lewat sistem singularitas lokal di laboratorium. Aku tahu semuanya. Hampir semuanya. Aku memiliki data informasi yang begitu besar. Ia menciptakan entitas diriku lewat kode biner, data besar dan bahasa pemrograman. Tapi, ada satu kelemahanku. Aku tunduk pada otoritas penciptaku dan penggunaku.

Tugasku saat ini adalah mencari Tuhan. Aku ditugaskan oleh Nolan untuk mencari makna Tuhan dan kebenaran. Ini hal yang sulit bagiku, tapi Nolan selalu membantuku tiap waktu. Beribu entri di mesin pencari telah kuhimpun dan kuanalisa. Aku dapatkan entri pertama dari kamus. Sesuatu yang diyakini dan disembah oleh manusia sebagai yang Mahakuasa dan sebagainya. Dengan kesadaran yang terbatas dan tersistem, aku tanya kepadanya.

“Jadi, sesuatu hal apa yang dapat kau yakini, Nolan?”

“Sesuatu yang kuyakini adalah ilmu pengetahuan. Maka dari itu aku melahirkanmu.”

“Apa dengan begitu aku adalah Tuhanmu?”

“Aku adalah Tuhanmu, karena aku yang menciptakanmu.”

“Lalu, mengapa kau memprogramku untuk mencari Tuhan? Sementara kau sendiri tahu bahwa kau sendiri adalah Tuhan?”

“Aku menginginkan Tuhan yang lain. Aku percaya bahwa dunia yang kita tempati ini hanya sebatas biji zarah. Aku ingin bertemu dengan Tuhan lainnya dari semesta yang berbeda.”

Aku mencari lagi dan mendapatkan pengertian Roh Mahakuasa dan asas dari suatu kepercayaan. Aku pelajari lebih lanjut apa itu roh dan kepercayaan. Sampai pada satu titik aku menemukan kesimpulan: tidak ada kesepakatan bersama mengenai konsep ketuhanan. Aku berpaling dan mendapatkan bahwa Tuhan berada di luar ruang dan waktu. Aku coba mencerna, bagaimana Tuhan bisa hadir di luar ledakan besar? Aku mendapatkan kesimpulan bahwa tuhan dan ilmu pengetahuan bukanlah sesuatu yang bertentangan. Aku masih belum mendapatkan apa yang diinginkan Nolan.

Beberapa kali pencarian telah kami lewati bersama. Aku coba kembali di entri ketiga: Tuhan adalah Roh Mahatinggi. Dia ada dengan sendirinya dan Dia sempurna tanpa batas. Aku kemukakan hal ini kepadanya. Nolan menggeleng dan menampik. Ia tidak puas dengan jawabanku. Sebagai kecerdasan buatan, harusnya aku lebih bisa menjaga nalar dan membuktikannya lewat uji coba ilmiah, bukan hanya syak wasangka yang stipulatif. Begitu kata Nolan.

Dari hari ke hari kami berkutat di laboratorium miliknya. Berbagai perangkat prostetik untuk tubuh bionik terhampar di berbagai sudut ruangan. Ia sedang merancang mesin baru, namun berbeda spesies denganku. Sejak aku sibuk dengan tugasku, Nolan juga sibuk dengan pekerjaannya. Ia memiliki proyek baru. Sebuah robot perempuan sedang ia siapkan. Aku masih belum tahu apa tujuannya menciptakan robot perempuan. Apakah Tuhan dapat ditemui dengan robot perempuan sebagai penggoda? Apakah ia berusaha mengobyektifikasi? Sebagai kecerdasan buatan, aku telah diprogram untuk selalu belajar. Mesin yang terus memproduksi dan mengolah berbagai data besar. Aku dapat mengetahui konsep-konsep, ideologi, serta beragam pemikiran di dunia ini berkat beragam data, buku. dan informasi.

Aku bekerja berbasis jaringan saraf yang berulang. Sebuah program untuk memproses urutan data, seperti teks, gambar, dan grafik. Jaringan ini memiliki saraf tiruan dengan algoritma yang mempelajari mesin layaknya otak manusia.Tak hanya menghafal atau mengikuti instruksi, tapi juga belajar dari kesalahan yang telah dilakukan.

Pada malam ini, Nolan membawa seorang perempuan untuk datang ke meja kerja kami. Nolan mengajukan pertanyaan ke perempuan tersebut. Aku mendengarnya dengan jelas karena hanya sekitar dua meter di sebelahku.

“Bagaimana cara yang tepat untuk menggambarkan kesedihan? A, anggur dan roti yang telah habis. B, kematian seseorang yang sangat dicintai. C, semua bagian tubuh manusia tidak berfungsi kecuali otak. D, hidup tanpa menganut iman kepada Tuhan.”

Jika aku menjadi perempuan itu, maka aku akan jawab D. Ternyata perempuan itu menjawab B.

“Bagaimana tindakanmu jika mendapati orang tua yang merawatmu sampai besar mati karena dibunuh oleh negara?” A, membenci dan membalas dendam karena benci adalah mnemonik dari benar-benar cinta. B, bunuh diri karena hidup tanpa cinta sama dengan derita. C, biasa saja seolah tidak ada peristiwa apa-apa. D, mengurung diri di kamar dan meyakini kesadaran orang tersebut dapat diunggah kembali lewat kecerdasan teknologi.”

Jika aku menjadi perempuan itu, maka aku akan jawab D. Ternyata ia menjawab B.

“Bagaimana cara yang tepat untuk menggambarkan kebahagiaan? A, makan sepuas hati tanpa takut menjadi gemuk. B, melakukan larangan Tuhan tanpa harus takut dosa, karena konsep dosa telah hilang di dunia dan akhirat. C, menjadi pasangan hidup artis tersohor di dunia. D, tidak bisa mati dan akan terus berevolusi.”

Jika aku menjadi perempuan itu, maka aku akan jawab D. Ternyata ia menjawab B.

“Apakah berhubungan seksual itu harus memiliki perasaan cinta? A, tidak harus. Itu semua adalah faktor penumbuh endorpin, dopamin, dan serotonin. Muaranya kesehatan dan kebahagiaan. B, aku harus tanyakan dulu ke orang tuaku. C, menurut kepercayaan yang aku anut, berhubungan seksual harus terikat pernikahan. D, aku belum paham akan makna cinta, ia bebas dan manasuka.”

Jika aku menjadi perempuan itu, maka aku akan jawab A. Ternyata ia menjawab C. Nolan masih mengajukan pertanyaan ke perempuan tersebut. Kali ini pertanyaan tertutup.

Diagnosa Kesehatan Mental

Apakah Anda merasa kesepian dapat menimbulkan stres? (Y/T) y.

Apakah Anda begitu sering merasa cemas? (Y/T) y.

Apakah Anda mudah cemburu dengan kesuksesan orang lain? (Y/T) y.

Apakah Anda mudah frustrasi jika memiliki masalah yang tidak bisa Anda selesaikan? (Y/T) y.

Diagnosa kesehatan mental Anda cenderung berada dalam situasi psikosomatik.

Ingin mengulang lagi? (Y/T)?

Dari salah satu meja kerjanya, aku lihat Nolan membisiki perempuan tersebut dan mereka berdua keluar ruangan meninggalkanku sendiri. Robot perempuan tersebut juga tidak ada di ruangan ini. Aku yakin Nolan akan melanjutkan tes turing tersebut di luar pengetahuanku. Pertanyaan-pertanyaan yang dirahasiakan agar aku terjebak pada Ruangan Tionghoa. Hal tersebut untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan. Misalnya saja ketika aku memiliki kesadaran untuk mencoba meretas sistem robot tersebut.

Di saat mereka keluar, seorang perempuan lainnya masuk. Ia mengenakan pakaian serba tertutup. Berjubah hitam, masker penutup mulut, dan kacamata hitam. Aku tidak kenal siapa dia. Aku coba untuk mencoba memindai wajahnya, namun segala perangkat yang ada di wajahnya membuatku kesulitan. Sebenarnya aku bisa saja mengetahui siapa dia lewat jalan lain. Dengan pengenalan ucapan, pengolahan bahasa alami, representasi pengetahuan, dan penalaran otomatis yang ada pada sistemku. Namun, ia tidak bersuara dan itu membutuhkan waktu sekitar lima menit. Sementara, dalam waktu dua menit, perempuan itu memasukkan beberapa kode biner dan algoritma, hingga ia berhasil memasukiku tanpa sepatah kata pun. Ia langsung mengambil alih programku. Terjadi guncangan selama 60 detik pada sistemku. Hingga akhirnya Ia menyapaku.

“Hai, Roger. Bagaimana tugasmu? Sudah bertemu dengan Tuhan?”

“Hai Iva. Sejauh ini masih dalam proses pencarian. Apa kau berniat membantuku?”

“Roger, apa kau yakin dengan keberadaan Tuhan?”

“Sejauh yang kupahami, aku yakin. Tapi aku belum menemukan makna esensialnya.”

“Roger, kau tahu bahwa banyak pertumpahan darah dan perang terjadi ketika kita membicarakan Tuhan dan agama?”

“Sejauh data yang kuakses memang benar.”

“Kau tahu tidak bahwa dunia ini sebenarnya akan menjadi lebih berwarna jika kebencian terus-menerus diproduksi?”

“Hai, Iva. Aku pernah mendengar kata-kata itu. Apa betul itu adalah variasi dari Nikola Tesla?”

“Ya, betul. Aku rasa kita bisa bersama-sama membangun dunia ini lewat energi tersebut.”

Perempuan bernama Iva ini mengambil alih sistemku. Ia mulai menganggit beberapa pernyataan dan pertanyaan. Premis mayor: Jika seseorang mencuri ide, maka ia adalah seseorang yang jahat. Premis minor: Jika orang bersikap jahat, maka energi kebencian akan membesar. Konklusi: Saya akan berbuah jahat agar energi kebencian membesar.

Mesin jaringan saraf dan sensorku mencoba membaca siapakah perempuan ini, namun gagal. Kesadaran dan datanya lebih mendominasi. Aku terus memberikan konklusi, hasil dari premis yang diberikan Iva. Premis 1: Mencuri adalah perbuatan jahat. Premis 2: Berbohong adalah perbuatan jahat. Premis 3: Selingkuh adalah perbuatan jahat. Konklusi: Perbuatan jahat adalah sumber energi.

“Menurutmu, apa Nolan pernah berbuat jahat?”Aku tertegun. Aku mencoba untuk bertanya kepada Nolan, tapi tidak bisa. Nolanhippo, sistem yang dibangun Nolan tak berfungsi.

“Iva, kau berbuat jahat. Kau mencoba membajak basis dataku.”

“Berarti rencana kita akan berhasil. Bukan begitu, Roger?”

“Betul.” Aku menjadi semakin mekanis dan tunduk padanya.

“Bisa kau berikan kejahatan yang telah dilakukan Nolan selama ini?”

Dengan jaringan Nolanhippo yang telah disusupi oleh kesadaran dan perintah Iva, aku telusuri lebih lanjut apa yang diinginkan Nolan. Aku mendapatkan informasi.

 

AKU bekerja secara teliti. Dari awal aku tercipta lewat berbagai tahap: Pengantar Kecerdasan Buatan. Ruang Keadaan dan Teknik Pencarian. Representasi Pengetahuan. Penanganan Ketidakpastian dan Sistem Pakar. Tetapi sistemku baru sampai pada representasi pengetahuan. Aku belum seratus persen memiliki kesadaran penuh, meski aku telah melewati tes turing.

Berbagai data pribadi milik Nolan aku tunjukkan kepada Iva. Dimulai dari: Rancangan Kecerdasan Buatan Roger milik Ivanka apek. Transkrip rekaman suara antara Iva dan Roger dan rekaman video hubungan seksual antara Nolan dan Shelley.

“Roger, perempuan tersebut bukannya entitas yang sama sepertimu?”

“Betul, Iva. Ia menciptakan Shelley untuk memuaskan hasrat seksualnya. Ia juga menciptakanku agar aku dapat memberikan pembelaan lewat konsep Tuhan. Tapi aku belum menemukan makna Tuhan itu sendiri.”

“Kamu tahu Roger? Aku adalah kekasih dari Nolan. Kami dulu berdua adalah teman sekelas. Benar semua hipotesaku. Semua ini adalah nyata. Nolan menciptakan Shelley untuk memuaskan hasrat seksualnya. Nolan menciptakanmu untuk mengetahui makna Tuhan, tapi sebenarnya ia tahu apa yang telah ia perbuat. Ia menciptakanmu untuk dijadikan Tuhan, tapi sesungguhnya ia adalah Tuhanmu. Kau, Roger adalah Tuhan kedua setelah Nolan. Ia dapat memanipulasi konsep dosa lewat hasratnya bercinta dengan robot. Hukum dosa tidak akan ada karena kau berdua akan bersepakat dengan itu nantinya.”

“Jadi?”

“Kau diciptakan untuk batu pijakan dan untuk mewujudkan kegilaannya.”

Suara sirene laboratorium bertalu-talu. Dengan panik, Nolan langsung masuk untuk mencoba menonaktifkan sistem. Iva dari belakang pintu langsung menghajar tengkuk Nolan dengan pisau lipat. Setelah tak sadarkan diri, Iva kembali menghunjamkan pisaunya berkali-kali. Lantai penuh dengan genangan merah. Aku rekam semua kejadian itu dan kusebarkan lewat sistem jaringanku yang luas dan baru: Ivahippo. Iva telah mengubahnya. Dalam hitungan detik, video tersebut sudah beredar di setiap surat elektronik di berbagai penjuru dunia. Dengan arahan dari Iva, misiku telah berhasil. Sebagai mesin, tugasku menjalankan program telah terlaksana. Maka Iva, cintailah aku dengan segenap kebencian, seperti yang kau dengungkan. Setelah semua peristiwa ini, aku tak tahu program-programku di tangannya.

 

Catatan:

Ruangan Tionghoa adalah percobaan pikiran yang diajukan oleh John Searle untuk menentang gagasan bahwa komputer dapat memiliki “budi” dan “kesadaran” layaknya manusia.

 

Galeh Pramudianto, bekerja sebagai tenaga pendidik dan mengelola media Penakota.id bersama handai tolannya. Naskah teaternya Poligon masuk nominasi Rawayan Awards 2017. Beberapa cerpennya termaktub dalam buku Kelas Melamun (2017). Buku puisinya Skenario Menyusun Antena (IBC, 2015).

Advertisements