Cerpen Umi Salamah (Kedaulatan Rakyat, 31 Desember 2017)

Catatan Kebodohan ilustrasi Joko Santoso - Kedaulatan Rakyat.jpg
Catatan Kebodohan ilustrasi Joko Santoso/Kedaulatan Rakyat

KARMAN menatap sendu lembaran demi lembaran kertas di hadapannya. Diusapnya pelan sembari tersenyum miris. Hati prianya sangat terluka. Untuk kesekian kalinya, dia menumpahkan gundah hatinya ke dalam lembaran itu. Tangannya telah siap dengan pena. Hingga dia membuka semua lembaran yang tergores pena.

#3 Desember 2017

Kebodohan Karman-Menginjak akhir tahun, kebahagiaanku memuncak. Inilah saatsaat yang kutunggu. Pekerjaanku sebagai supir bus antarkota pasti akan menumpuk.

#10 Desember 2017

Kebodohan Karman-Istriku di kampung menelepon. Menagih janji kepulanganku. Sudah lewat 3 kali tahun baru aku tidak pulang. Aku hanya bisa menyanggupinya. Memang seharusnya aku menengok istri dan anakku di kampung. Tapi tabunganku belum cukup. Harus bagaimana aku?

#12 Desember 2017

Kebodohan Karman-Setelah berpikir panjang, aku memutuskan untuk mengajukan diri kepada bos agar menambah jam bekerja. Aku tidak peduli dengan lelah dan penat. Tahun 2018 aku harus pulang ke kampung. Ketekatanku akhirnya membuat bos setuju.

#17 Desember 2017

Kebodohan Karman-Tabunganku masih belum cukup. Bulan Desember telah menginjak pertengahan, tetapi lonjakan penumpang belum terasa. Tapi aku tidak boleh menyerah.

#23 Desember 2017

Kebodohan Karman-Dua hari sebelum libur Hari Natal, lonjakan penumpang akhirnya datang. Hari ini sangat melelahkan, tetapi rasa ini tidak ada apa-apanya. Rasa rinduku kepada orang yang kucintai lebih mendominasi.

#25 Desember 2017

Kebodohan Karman-Tepat libur Hari Natal, aku masih bergelut dengan kemudi bus. Seperti tahun-tahun sebelumnya, penumpang yang memilih hari ini sangat banyak. Lebih banyak dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya. Aku tentu bahagia. Hanya saja, tubuhku berkata lain. Kepalaku mulai pusing.

#26 Desember 2017

Kebodohan Karman-Rasa pusing yang datang terasa menyakitkan hari ini. Aku ingin menyerah dan memilih libur, tetapi aku tidak bisa. Tujuanku harus tercapai.

#27 Desember 2017

Kebodohan Karman-Rasa pusing yang amat sangat menimpaku. Tetap saja egoku berkata untuk bekerja. Mungkin atau memang benar, hari ini aku membuat kesalahan fatal karena mengabaikan rasa pusingku. Aku… aku membunuh. Delapan nyawa melayang akibat kelalaianku. Aku tidak seharusnya mengemudi dengan keadaan sakit. Akibatnya aku menabrak mobil yang tengah berbelok di depanku. Tanganku gemetar, lebih tepatnya tubuhku. Apakah Tuhan akan mencabut rencanaku?

#28 Desember 2017

Kebodohan Karman-Apa yang kutakutkan terjadi. Akulah tersangka utama dari kecelakaan itu. Semua impianku musnah. Terkungkung oleh jeruji besi dan hukum yang menjeratku. Haruskah aku menangis, berteriak, dan merutuki diriku?

Air mata Karman terus mengalir. Dia telah menyelesaikan membaca catatan kebodohannya. Tangannya membuka lembaran baru. Masih putih dan tidak tergores sedikit pun. Pena di tangannya bergerak di atas lembaran itu. Menumpahkan satu catatan kebodohannya.

 

Kebumen, 23 Desember 2017

*) Umi Salamah, lahir di Kebumen, 21 April 1996. Menulis novel, cerpen, puisi dan artikel. Buku terbarunya Because You Are My Star (Novel Remaja Kontemporer, Alra Media 2017). Alamat di Dukuh Ganggeng Desa Tanjungrejo RT 06 RW 03 Kecamatan Buluspesantren Kabupaten Kebumen.

 

Catatan Redaksi

Pengiriman naskah cerpen, panjangnya mohon dibatasi, maksimal 2.500 karakter atau sekitar 2,5 halaman kwarto, spasi ganda. Oase/Puisi cukup 3-4 judul dalam satu file. Naskah bisa dikirim ke email: jayadikastari@yahoo.com

Advertisements