Oleh Irwan Kelana (Republika, 29 Oktober 2017)

Bilik Sastra VOI Award 2017 ilustrasi VOI RRI.jpg
Bilik Sastra VOI Award 2017 ilustrasi VOI-RRI

Tiga penulis cerpen yang tinggal di perantauan berhasil memenangkan Bilik Sastra VOI Award 2017 yang diadakan oleh Voice of Indonesia-Radio Republik Indonesia (VOI-RRI). Ketiganya adalah Nila Noviana dengan nama pena Kaka Clearny, buruh migran Indonesia (BMI) di Hong Kong; Raidhah Athirah, diaspora di Polandia; dan Etik Nur halimah dengan nama pena Etty Diallova, BMI di Taiwan.

Atas keberhasilan tersebut, ketiga cerpenis itu diundang oleh VOI RRI untuk menerima penghargaan dalam sebuah acara bertajuk Talk Show Penganugerahan Bilik Sastra Award 2017 yang mengusung tema “Eksistensi Sastra Perantauan: Merajut Mimpi di Negeri Orang”. Acara tersebut diadakan di Gedung RRI Jakarta, Sabtu (21/10).

Para pemenang menerima hadiah yang masing-masing diserahkan oleh Kepala Stasiun Luar Negeri RRI Anhar Ahmad, Anggota Dewan Pengawas LPP RRI Freddy Ndolu, dan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (BPPB) Kemendikbud Prof. Dadang Sunendar.

Kepala Stasiun Luar Negeri RRI Anhar Ahmad mengatakan, Bilik Sastra adalah acara yang disiarkan RRI World Service Voice of Indonesia setiap Sabtu, pukul 13.00 sampai 14.00, melalui streaming di Indonesia.rriworldservice.com. “Karya-karya sastra dari para penulis Warga Negara Indonesia yang bermukim di luar negeri dibacakan dan diapresiasi serta disertakan dalam Lomba Cerpen Bilik Sastra VOI Award,” kata Anhar.

Periode Lomba Cerpen Bilik Sastra Award adalah Juli tahun sebelumnya sampai Juni tahun ini, begitu seterusnya. “Cerpen-cerpen yang masuk dan dibacakan dalam acara Bilik Sastra itu kemudian dinilai dan dipilih oleh pegiat sastra dan juga pengasuh Bilik Sastra, Pipiet Senja untuk menjadi nominator dan diserahkan kepada Dewan Juri untuk dinilai dan dipilih pemenang terbaik kesatu, kedua, dan ketiga,” tuturnya.

Pada Bilik Sastra VOI Award 2017, ada 23 cerpen yang masuk nominasi. Seluruh cerpen yang masuk nominasi itu dinilai oleh Dewan Juri yang terdiri atas Irwan Kelana, redaktur senior Harian Republika dan ketua Dewan Juri; Syarifudin Yunus, dosen Bahasa Indonesia Unindra Jakarta; dan Harlina Indijati, kepala Subbi dang Penyuluhan, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (BPPB).

“Kami mengucapkan selamat dan apresiasi yang tinggi kepada para pemenang. Anda dan juga para cerpenis rantau lainnya adalah para pahlawan yang mendorong perkembangan sastra Indonesia di luar negeri sekaligus memperkenalkan sastra Indonesia maupun bangsa dan negara Indonesia kepada dunia,” ujar Anhar Ahmad.

Talk Show Penganugerahan Bilik Sastra Award 2017 yang mengusung tema “Eksistensi Sastra Perantauan: Merajut Mimpi di Negeri Orang” menampilkan ketiga pemenang, pegiat sastra Sastri Bakry dan Pipiet Senja, Anggota Dewan Pengawas LPP RRI Freddy Ndolu, dan Kepala BPPB Prof. Dadang Sunendar.”

Sastra perantauan luar biasa. Mereka bertiga, Nila Noviana, Raidah Athirah, dan Etik Nurhalimah pantas meraih juara Bilik Sastra VOI Award 2017. “Di tengah kesibukannya sebagai pekerja di negeri orang, bukanlah hal yang mudah. Belum tentu, majikannya akan mendukung atau memberi kesempatan mereka menulis. Tapi, mereka tidak pernah patah arang. Di sela-sela waktu senggang, mereka menyempatkan menulis dan hasilnya tidak sia-sia. Selamat, ya nak, dan tetap menulis dengan hati yang selalu menginspirasi,” papar Sastri Bakry.

“Mereka, para buruh migran yang berjuang untuk menulis sastra. Di tengah cacian majikan, bahkan terbatasnya fasilitas dan waktu. Dari yang menulis di balik ruang gelap sang majikan, hingga menitip buku-buku di security. Semua, hanya karena takut dimarahi sang majikan. Tapi, mereka tetap bisa menulis,” tuturnya.

Syarifudin menambahkan, “Bilik Sastra RRI menjadi tempat lahir dan tumbuhnya sastra perantauan yang bukan hanya eksistensi, tapi diploma sibudaya gaya para buruh migran.”

Selama di Jakarta, Jumat-Senin (20-23 Oktober 2017), para pemenang Bilik Sastra VOI Award 2017 itu juga melakukan wawancara live dengan VOI RRI, melakukan kunjungan ke kantor redaksi Harian Republika, dan melaksanakan city tour.

 

 

Advertisements