Cernak Ari Vidianto (Padang Ekspres, 29 Oktober 2017)

Ide Cemerlang Nadia ilustrasi Orta - Padang Ekspres.jpg
Ide Cemerlang Nadia ilustrasi Orta/Padang Ekspres

Panas yang begitu terik, membuat Nadia mempercepat langkah kakinya. Anak perempuan yang masih kelas empat SD ini ingin cepat-cepat sampai di rumah. Pelajaran hari ini cukup menguras tenaganya. Ada olahraga, matematika dan bahasa Indonesia. Nadia merasa lelah sekali. Akhirnya setelah lima belas menit perjalanan ia pun sampai di rumahnya yang indah dan sederhana.

“ASSALAMUALAIKUM!” seru Nadia memberi salam saat tiba di rumahnya.

“Waalaikumsalam!” jawab Mama sambil membukakan pintu. Nadia pun langsung bersalaman dengan Mamanya.

“Ma, hari ini Mama masak apa?” tanya Nadia.

“Oseng kangkung sama tempe goreng,” jawab Mama.

“Hmm…enaaak. Kalau ingat oseng kangkung jadi ingat nenek, Ma,”

“Oh, iya! Mama jadi ingat, tadi nenek telepon katanya hari Minggu besok kamu disuruh main ke rumahnya. Kakek dan nenek sudah kangen sama kamu. Kamu kan sudah satu bulan lebih tidak ke rumah mereka,” jelas mama panjang lebar.

“Oh, gitu ya, Ma. Ya sudah Minggu besok aku akan ke rumah mereka,” jawab Nadia bersemangat.

“Ya sudah sebelum makan kamu ganti baju dulu lalu salat Zuhur ya?”

“Oke, Ma! Siap laksanakan perintah bos!” jawab Nadia sambil berlalu menuju ke kamarnya yang bercat pink.

Mama hanya tersenyum melihat Nadia. Memang Nadia anak yang penurut sekali. Selain itu ia selalu mendapat rangking satu di sekolahnya.

Hari Minggu yang ditunggu-tunggu pun tiba. Setelah mandi, berdandan rapi dan sarapan. Ia pun mengeluarkan sepeda berwarna pink kesayangannya. Rumah kakek dan neneknya hanya berjarak satu kilometer. Oleh karena itulah Nadia menggunakan sepedanya. Nadia pun telah siap berangkat, ia lalu berpamitan dengan papa dan mamanya.

“Pa, Ma, Nadia berangkat dulu ya?”

“Iya Nadia, hati-hati di jalan ya?” jawab Mama.

“Salam untuk kakek dan nenek ya?” tambah Papa.

“Oke!” jawab Nadia singkat.

Ia pun bersalaman dengan kedua orang tuanya. Nadia pun segera mengayuh sepedanya dan berlalu dari rumahnya. Papa dan mama tidak ikut karena mereka mau menghadiri resepsi pernikahan teman sekantor papa.

Di jalan menuju rumah kakek dan nenek terlihat hamparan sawah yang sangat luas. Banyak pohon-pohon rindang dan di sekitarnya juga banyak burung-burung yang hinggap dan bersarang di sana. Akhirnya setelah perjalanan hampir setengah jam, sampailah Nadia di rumah kakek dan neneknya.

“Kakek, Nenek! Nadia datang!” seru Nadia.

“Cucuku yang cantik sudah datang!” seru kakek dan nenek berbarengan.

Nadia pun memeluk keduanya dan berjabat tangan. Setelah itu mereka segera masuk ke dalam rumah. Bercerita dan bercengkerama melepaskan kerinduan antara mereka. Sampai-sampai Nadia tertidur di pangkuan neneknya. Karena Nadia tidur kakek pun berlalu, dia menuju ke teras rumah sambil memandang hamparan rumput hijau yang mengelilingi rumahnya. Rumput-rumput itu sudah panjang-panjang dan tumbuh subur. Karena kakek sudah tua dia pun tidak sanggup lagi memotong rumput-rumput itu dalam jumlah banyak.

“Pasti kakek lagi memikirkan rumput-rumput itu lagi,” dalam batin nenek.

Hampir satu jam tidur, akhirnya Nadia pun bangun juga. Ia pun melihat kakek dan neneknya sedang berada di teras rumah. Ia lalu menghampiri mereka.

“Lagi ngapain sih Kek, Nek?” tanya Nadia penasaran.

“Ini, kakekmu lagi bingung bagaimana caranya memotong rumput-rumput yang ada di sekitar rumah,” jawab nenek.

“Oh,” jawab Nadia singkat. Ia pun melihat hamparan luas rumput-rumput itu. Sejenak ia terdiam dan memikirkan sesuatu. Tiba-tiba ia mempunyai ide.

“Kek, Nek, Nadia punya ide nih,” girang Nadia.

“Apa itu Nadia?” tanya Kakek penasaran. Lalu Nadia pun membisikkan sesuatu ke telinga kakeknya. Neneknya pun tak mau ketinggalan dia menghampiri Nadia dan minta di bisikkan juga ide Nadia.

“Wah ide yang bagus cucuku,” girang kakek.

“Iya benar tuh,” tambah nenek.

“Terima kasih,” jawab Nadia sambil tersenyum senang.

“ Kalau begitu kakek pergi dulu ya?”

“Iya kek!” jawab Nadia.

Kakek pun berlalu, Nadia dan nenek menunggu di depan rumah. Akhirnya setelah setengah jam menunggu kakek pun datang bersama rombongan tetangga yang membawa kambing mereka masing-masing. Memang di sekitar rumah kakek banyak tetangga yang memelihara kambing.

Lalu kambing-kambing tersebut mereka lepas dan segera memakan semua rumput-rumput. Ternyata inilah ide cemerlang Nadia. Ia menyuruh kakeknya untuk membawa kambing-kambing tetangganya dan memakan rumput-rumput itu. Kambing-kambing tersebut makan begitu lahap, para pemiliknya pun senang. Karena mereka tidak perlu susah-susah mencarikan rumput untuk kambing-kambingnya.

Akhirnya setelah satu jam lebih, rumput-rumput itu pun habis. Semua tetangga segera mengucapkan terima kasih dan mereka bergegas pulang ke rumah masing-masing. Kakek dan Nenek pun merasa senang. Karena rumput-rumput itu sudah bersih di halaman rumah mereka. Ini semua berkat ide cemerlang Nadia.

“Wah cucuku memang pintar,” seru nenek sambil memeluk Nadia.

“Nanti kakek akan kasih es krim!” kata kakek.

“Horee…Asyiik!” girang Nadia. Ia pun merasa senang sekali karena telah membantu kakek dan neneknya. (***)

Advertisements