Cerita Rakyat Nusa Tenggara Timur (Pos Kupang, 15 Oktober 2017)

Dongeng Suri Ikun dan Dua Ekor Burung ilustrasi Pos Kupang
Dongeng Suri Ikun dan Dua Ekor Burung ilustrasi Pos Kupang

DI sebuah wilayah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dulu ada sepasang suami istri yang memiliki banyak anak. Jumlah anaknya empat belas orang. Ada tujuh anak lelaki dan tujuh anak perempuan. Mereka semua disayang oleh keluarga sama rata. Suami istri itu mempunyai kebun yang cukup luas di Pulau Timor. Dari kebun itulah mereka dapat hidup. Anak-anak itu secara bergantian membantu orangtua mereka bekerja di kebun.

Salah satu di antara tujuh anak laki-laki yang mereka miliki bernama Suri Ikun. Suri Ikun adalah anak yang baik. Suri Ikun berperilaku jujur, suka menolong orang lain, dan selalu berbakti kepada kedua orang tua. Suri Ikun juga sering membantu ketujuh saudara perempuannya bekerja di dapur.

Karena sifat-sifat baiknya itulah Suri Ikun sangat disayang oleh kedua orangtua. Bahkan ketujuh saudara perempuannya juga turut menyayangi Suri Ikun dengan tulus. Berbeda dengan Suri Ikun, keenam saudara laki-lakinya berperilaku sangat malas dan penakut. Mereka berenam jarang membantu orang tua mereka di kebun. Mereka akan mau membantu jika diberi imbalan yang berlebih. Enam bersaudara itu lebih suka bermain, tidur dan makan dengan rakus.

Bencana Serangan Babi Hutan

Hingga pada suatu hari, sekumpulan babi hutan datang menyerang kebun milik suami-istri tersebut. Serangan babi hutan itu membuat panen gagal dan banyak tanaman yang rusak. Sayuran yang siap panen terinjak-injak babi hutan. Daun-daun pun tidak tampak segar lagi karena sudah tercerai dari batang pohon. Dalam waktu sekejap, kehadiran sekelompok babi hutan itu menghasilkan bencana bagi keluarga Suri Ikun.

Suami istri petani itu memandang kebunnya dengan sedih dan bingung. Jika panen gagal terus, lalu bagaimana ia dapat menghidupi anak-anaknya yang banyak itu. Suri Ikun tidak patah semangat. Ia menyarankan ayahnya untuk menanam lagi sayuran di kebun yang luas itu. Suri Ikun juga memberi saran agar semua anak lelaki bergantian menjaga kebun setiap malam. Sang ayah merasa senang atas gagasan itu. Sang ayah bangga Suri Ikun mau bekerja keras untuk kepentingan keluarga.

Advertisements