Cerpen Faisal Oddang (Kompas, 30 Jui 2017)

Siapa Suruh Sekolah di Hari Minggu ilustrasi Bambang Herras - Kompas
Siapa Suruh Sekolah di Hari Minggu? ilustrasi Bambang Herras/Kompas

Nama saya Rahing, usia delapan tahun lebih. Saya baru saja membunuh kakak saya. Lehernya saya potong pakai parang milik gerombolan. Saya ditangkap tentara. Tentara banyak sekali pertanyaannya, saya jadi pusing. Saya bilang mau pulang. Tentara bilang tidak boleh. Saya jadi sedih dan takut. Besok hari Minggu, Guru Semmang akan cubit saya kalau tidak masuk sekolah. Sekolah kami sekarang, pindah ke dalam hutan. Saya bilang, saya mau cerita tetapi sesudah itu, saya pulang. Tentara setuju. Saya bilang lagi, saya mau cerita tetapi jangan bilang sama Guru Semmang. Dan jangan kasih tahu ayah kalau saya di sini, tentara janji. Saya takut Guru Semmang cubit saya. Saya takut Ayah lihat saya, dia mau bunuh saya.

Dia sering dipukul ayahnya menggunakan warangka parang. Bermacam-macam persoalan menjadi penyebabnya. Yang paling sering, karena Rahing dekat dengan Semmang—lelaki yang ayahnya benci secara ideologi bahkan secara personal. Yang Rahing alami sungguh tidak serumit yang di kepala ayahnya. Dia dipukul, memang itu menyakitkan—dia sudah terbiasa—tetapi ada kenyataan lain yang membuat tangisannya seolah tangisan penghabisan pada suatu malam: ayahnya melarang dia pergi ke sekolah saat hari Minggu.

“Itu sekolah gerombolan.”

“Guru Semmang ajar kami mengaji, kami belajar menyanyi bahasa Arab, saya suka. Guru Semmang bilang dia pejuang, tidak boleh bilang gerombolan.”

“Kau nanti ditangkap tentara!”

“Guru Semmang bilang jangan takut.”

“Kau nanti ditembak!”

“Guru Semmang bilang jangan takut.”

“Kau keras kepala sekali, sama kayak Semmang, kalian sama saja.”

***

Ayah pernah bilang saya akan ditembak kalau tentara tangkap saya. Ayah pasti sudah berdosa karena bohong, karena tentara tidak tembak saya. Tentara bilang akan kasih permen, kalau mau cerita kenapa saya memotong leher kakak saya. Saya juga nanti dilepas dan dibiarkan pulang ke hutan. Saya jadi senang karena besok hari Minggu dan saya akan diberi hadiah oleh Guru Semmang karena saya sudah hafal doa sebelum tidur.