Archive for January, 2017

Pagar Bambu
January 8, 2017


Cerpen Iyut Fitra (Media Indonesia, 08 Januari 2017)

pagar-bambu-ilustrasi-pata-areadi-media-indonesia

Pagar Bambu ilustrasi Pata Areadi/Media Indonesia

TEMPAT itu dulu sunyi. Hanya sehamparan padang. Sebidang tanah luas yang ditumbuhi rumput-rumput liar dan ilalang. Ada satu dua pohon yang mulai meninggi. Beberapa sudutnya bahkan sudah ada yang dijadikan tempat pembuangan sampah. Lalu, tempat itu dibersihkan, dikapling-kapling, dan dijual oleh pemiliknya.

Karena lokasinya tak jauh dari jalan raya, juga karena harga tanahnya tidak terlalu tinggi, berebutanlah orang-orang untuk membelinya. Tak lebih dari sebulan, semua tanah yang sudah dikapling-kapling itu terjual. Hilang hamparan padang, hilang pula rumput dan ilalang. Kesunyian kini telah berganti. Orang-orang mulai membangun. (more…)

Kaki yang Ketiga
January 8, 2017


Cerpen Hartoko Supriadi (Suara Merdeka, 08 Januari 2017)

kaki-yang-ketiga-ilustrasi-suara-merdeka

Kaki yang Ketiga ilustrasi Suara Merdeka

Tanah lapang di tepi desa, tempat sapi dan kambing merumput itu kini disulap menjadi arena pertandingan yang meriah. Kompetisi sepak bola antar kampung sudah beberapa hari ini berlangsung. Bila sore menjelang, tempat yang biasa sunyi sepi itu berubah menjadi riuh dan gegap gempita. Acara dipandu oleh reporter amatir lewat pengeras suara. Gayanya lincah memilin dan menjalin kata-kata. Seperti reporter dalam tayangan televisi, menarik dan enerjik. Membius penonton yang datang berduyun lalu berhimpun. Laksana gerombolan semut yang merubung gula-gula.

Penonton yang berdesakan di tepi lapangan itu sesungguhnya terbelah menjadi dua. Masing-masing mendukung dan menjagoi kesebelasan kampungnya. Tetapi mereka seperti bersepakat, ingin menyaksikan pertandingan dan permainan yang memikat. Mereka pun mengidolakan bintang lapangan yang sama. Kusuma yang dijuluki Si Geledek, putra dari kepala desa. Tendangannya terkenal keras luar biasa. Bila mendapatkan bola, si kulit bundar itu seperti lengket di kakinya. (more…)

Nubuat Pemimpin Akhir Zaman
January 8, 2017


Cerpen Anindita S. Thayf (Jawa Pos, 08 Januari 2017)

nubuat-pemimpin-akhir-zaman-ilustrasi-bagus-jawa-pos

Nubuat Pemimpin Akhir Zaman ilustrasi Bagus/Jawa Pos

KETIKA istrinya sebentar lagi melahirkan, dia mendapati dirinya lebih banyak menghabiskan malam di teras, menjaga pintu—sekiranya potongan tripleks berengsel tali itu bisa disebut demikian—seakan ada yang hendak mencurinya. Dia berada di sana bukan sebagai suami siaga, melainkan kepala keluarga yang sedang banyak pikiran. Tidak bisa tidur selama berhari-hari hingga rasanya nyaris sinting. Membiarkan hujan menghipnotis dirinya sementara angin busuk sampah dekat situ mengurapi bulu-bulu hidungnya.

Di awal menikah, dia sempat memanggil istrinya “Putri Malu” sebab dialah “Sang Pangeran”. Saat itu, istana mereka berwujud gerobak tua yang mesti didorong ke sana-kemari pada siang hari dan diparkir pada malamnya. Walaupun tinggal dalam gerobak, Sang Pangeran dan Putri Malu hidup bahagia. Masa tersebut dikenangnya sebagai masa singkat yang indah. (more…)

Kematian Kelima
January 7, 2017


Cerpen Kurnia Effendi (Koran Tempo, 07-08 Januari 2017)

kematian-kelima-ilustrasi-munzir-fadly-koran-tempo

Kematian Kelima ilustrasi Munzir Fadly/Koran Tempo

ANGIN mendesir mengusir daun-daun kering. Kerisik itu menyadarkanku, ternyata tinggal kami berdua di depan makam sahabat yang baru saja dikebumikan. Jantungnya berhenti mendadak dan keluarganya gagal menyelamatkan, meskipun anak bungsunya kesetanan menyetir menembus lalu lintas padat Jakarta semalam, menuju rumah sakit.

“Kita tinggal berdua, Mam.” Suaraku ditangkap dengan kesedihan mendalam. Penyesalan juga menggenang di mata Hargumam. Namanya Harsoyo, namun kami berempat mengubah panggilan kepadanya sesuai dengan kebiasaannya bergumam.

“Hmm…” Ia menggeleng. Air matanya tak sembunyi. Dia pensiun dua bulan lalu, tapi bukan karena itu tangisnya pecah. “Detak. Akhirnya engkau berhenti berdetik. Hmm….” (more…)

Perempuan Bulan Perak
January 1, 2017


Cerpen Indra Tranggono (Jawa Pos, 01 Januari 2017)

perempuan-bulan-perak-ilustrasi-bagus-hariyadi-jawa-pos

Perempuan Bulan Perak ilustrasi Bagus Hariyadi/Jawa Pos

OMMY sering bercerita, dirinya selalu dikejar-kejar genderuwo. Mahluk halus berwujud raksasa itu menatap Ommy dengan mata penuh kobaran api. Lalu, raksasa itu merenggut tubuh Ommy. Tangan-tangannya mencekik leher perempuan muda itu.

Namun, Ommy bisa melepaskan diri dan berlari sekuat tenaga. Berlari kuat-kuat hingga dua kakinya menebah-nebah ranjang. Dia pun terbangun dengan penuh ketakutan. Mimpi buram itu selalu datang dalam tidurmu Ommy, sejak kamu mengalami mimpi indah. Ada bulan perak sebesar melon, yang terbuat dari cahaya, meluncur dari langit dan mendarat di atas kepalamu. Bulan itu mengikuti ke mana kamu pergi, hingga kamu tak takut lagi pada kegelapan. (more…)