Cerpen Sungging Raga (Kompas, 18 September 2016)

nalea-ilustrasi-hery-sudiono
Nalea ilustrasi Hery Sudiono/Kompas

Tidurlah, Nalea. Esok kita abadi.

***

Gadis kecil itu memucat, bibirnya membiru karena dingin. Hujan belum juga reda sejak sore tadi. Jalanan basah dan sebagiannya menampakkan genangan pekat seperti menandakan begitu kelamnya kehidupan kota ini.

“Ini, pakai jaket,” kata ayahnya. Lelaki itu menyentuh kening Nalea, dan memang terasa hangat. “Sepertinya kamu masuk angin.”

Mereka sedang berteduh di etalase toko. Kemilau basah lampu-lampu jalan, papan reklame, juga sorot mobil dan motor, semua adalah cahaya yang menyelingi udara dingin di sekujur kota.

Nalea masih berbaring di pangkuan lelaki itu. Ia berkeringat, membuat helai rambutnya menempel di kening. Napasnya berat, dan matanya setengah terpejam. Lelaki itu tak bisa membayangkan perasaan anak gadisnya setelah segala kejadian yang mereka alami: Kios sederhana mereka diangkut petugas penertiban siang tadi.

Siang itu, Nalea sedang duduk di pinggiran taman kota. Seperti biasa, ia berkumpul dengan bocah sebayanya yang berpakaian lusuh. Adakah yang lebih menyenangkan melihat beberapa anak kecil tertawa riang, yang bahkan giginya belum lengkap, tapi tetap bisa merasa bahagia meskipun kehidupan ini sesungguhnya teramat keras? Namun begitulah kebahagiaan mereka mendadak berhenti ketika mendengar suara keributan tak jauh di arah belakang. Tampak beberapa petugas berseragam turun dari mobil. Rupanya hari itu ada penertiban preman, pengamen, dan pedagang asongan.

“Weh, ada satpol!”

Beberapa pengamen yang berusia remaja sudah lebih dulu melesat di gang-gang pertokoan. Ada yang bersembunyi di warung makan, di warung internet, sampai di toko pakaian. Sebagian petugas mengejar anak-anak itu, sebagian lagi menertibkan barang dagangan yang ditinggalkan begitu saja. Perempuan-perempuan pengemis lari sambil menggendong bayi entah milik siapa, begitu pula peminta-minta yang awalnya berjalan terseok-seok tiba-tiba seperti mendapat mukjizat untuk lari menghindari kejaran petugas.

Advertisements