Archive for March, 2016

Rahasia Tangan
March 27, 2016


Cerpen Indrian Koto (Media Indonesia, 27 Maret 2016)

Rahasia Tangan ilustrasi Cathy A

Rahasia Tangan ilustrasi Cathy A

MALAM itu untuk pertama kalinya dia melakukannya padaku. Kami yang sedang main sembunyi-sembunyian berada di bawah lantai rumah panggung Etek Jani. Linda yang mendapat giliran mencari adalah orang yang takut pada gelap. Mustahil ia bisa menemukan kami dengan cepat.

Saat Linda mulai menghitung, kami yang berjumlah tak sampai sepuluh berebut mencari tempat sembunyi. Ia menarikku ke kolong rumah. Entah bagaimana mulanya tiba-tiba ia sudah menindihku. Aku tak ingat reaksiku saat itu dan bagaimana ia melakukannya. Aku berkeringat dan mengalami rasa yang aneh. Beruntung seseorang menarikku dari suasana menakutkan itu. (more…)

Advertisements

Bintang-bintang di Jendela
March 27, 2016


Cerpen Adi Zamzam (Suara Merdeka, 27 Maret 2016)

Bintang-bintang di Jendela ilustrasi Suara Merdeka

Bintang-bintang di Jendela ilustrasi Suara Merdeka

Tiga bilah cahaya masuk ke dalam remang-remang kamar itu. Seperti sebuah tangan yang ingin meraih, memeluk erat, dan menghiburnya dari segala kesedihan.

Ia lantas meregangkan tubuh untuk mengusir pegal-pegal. Tubuhnya menggelinjang aneh. Ini untuk sebuah penyambutan. Malam sudah datang. Ia harus bersiap menyambut sebuah kereta harapan yang akan datang menjemput. Meski kereta itu selalu datang diam-diam, tapi selalu tepat waktu. Selalu tepat ketika sunyi mendekap malam sedemikian pekatnya. Karena itulah ia sendiri yang harus siap menunggu. Tak peduli sepi tengah melumuri semesta raya. (more…)

Seorang Petani
March 27, 2016


Cerpen Fyodor Dostoyevsky (Jawa Pos, 27 Maret 2016)

Seorang Petani ilustrasi Bagus

Seorang Petani ilustrasi Bagus

Ini adalah Senin Paskah. Udara terasa hangat dan langit tampak biru, tetapi aku terjebak dalam kemuraman. Aku berkeliling menjelajahi sudut-sudut halaman penjara, menghitung jeruji di dalam pagar besi yang kokoh. Sebetulnya aku tidak sungguh-sungguh ingin menghitung jeruji. Aku melakukannya lebih karena kebiasaan saja.

Hari itu adalah hari “liburan” keduaku di penjara. Inilah hari-hari saat seorang narapidana tidak perlu bekerja. Kebanyakan di an tara para narapidana itu memilih mabuk-mabukan dan berkelahi. Yang lainnya bernyanyi keras-keras, lagu-lagu yang menjijikkan. Semua ini berakibat buruk kepadaku. Aku bahkan merasa sakit. Aku tidak pernah tahan dengan pesta-pesta yang dilakukan orang-orang jelata ini. Di dalam penjara, pesta-pesta itu bahkan lebih mengerikan lagi daripada yang terjadi di luar sana. (more…)

Penggali Liang Lahat
March 27, 2016


Cerpen Zainul Muttaqin (Republika, 27 Maret 2016)

Penggali Liang Lahat ilustrasi Rendra Purnama

Penggali Liang Lahat ilustrasi Rendra Purnama

Tak ada keahlian apa pun yang dimiliki Darso kecuali menggali liang lahat. Pada hari kematian seorang warga di dekat rumahnya. Ia datang hanya membawa cangkul disanggulkan di pundak. Tubuhnya ringkih, membawa langkahnya terpincang-pincang, tetapi tenaganya berlipat ganda ketika ia mulai mencangkuli tanah, menggali lubang sedalam dua meter bagi yang meninggal.

Ia menolak seseorang yang berniat membantu pekerjaannya. Mulanya warga mengira laki-laki yang rambutnya dipenuhi uban itu tak akan sanggup menggali tanah, namun mereka sungguh tercengang saat Darso menyelesaikan galian liang lahat dalam kurun waktu yang bisa dibilang cepat untuk ukuran lelaki serenta dia. (more…)

Geheugen Gallery
March 27, 2016


Cerpen Miranda Seftiana (Kompas, 27 Maret 2016)

 

Geheugen Gallery ilustrasi Dea Aprilia

Geheugen Gallery ilustrasi Dea Aprilia

Rijksmuseum Volkenkunde di musim bunga tulip bermekaran. Aku melangkah gontai menuju pintu masuk museum nasional Belanda yang terletak di bagian timur laut Museumplein, Amsterdam, Belanda ini. Sebuah tempat yang dirancang oleh Pierre Cuypers sebagai dedikasi bagi seni, sejarah, dan kenangan. Membawa hati yang baru saja dilepaskan demi sebuah tanggung jawab.

Melewati taman, kulihat sebagian orang sedang sibuk mengabadikan momen di depan bangunan yang indah. Terasa wajar kiranya jika Rijksmuseum dinobatkan sebagai museum paling terkenal di negeri kincir angin ini dengan jumlah pengunjung mencapai dua juta lebih per tahun. Meski di luar terlihat ramai, ternyata pada bagian dalam cukup sepi. Membuat atmosfer masa lalu semakin kental membalut bangunan yang pertama kali dibuka sejak tahun 1885 ini. (more…)

Pada Suatu Hari
March 26, 2016


Cerpen Heru Joni Putra (Koran Tempo, 26-27 Maret 2016)

Pada Suatu Hari ilustrasi Munzir Fadly

Pada Suatu Hari ilustrasi Munzir Fadly

TIGA orang pemuda sedang bercakap biasa. Kita sebut saja mereka sebagai pemuda pertama, pemuda kedua, dan pemuda ketiga.

“Kalau begitu apa itu hidup menurutmu?” pemuda pertama melanjutkan percakapan.

“Saya ingin sekali menjawabnya, tapi karena pemuda kedua tampak akan sangat kecewa bila saya menjawab duluan, maka saya persilahkan pemuda kedua terlebih dahulu,” kata pemuda ketiga. (more…)