Archive for January, 2016

Suara Jangkrik
January 31, 2016


Cerpen Leo Agung Srie Gunawan (Media Indonesia, 31 Januari 2016)

Suara Jangkrik ilustrasi Pata Areadi

Suara Jangkrik ilustrasi Pata Areadi

SEJAK kecil Paijo menyukai suara jangkrik. Saat liburan Paijo sering tidur di rumah kakek-neneknya. Malam hari mereka duduk di serambi rumah, bercengkerama sambil mendengarkan suara cangkrik. Aneh, suara cangkrik jadi perhatian mereka. Paijo suka memperhatikan mereka. “Apa untungnya mendengarkan suara jangkrik?” (more…)

Advertisements

Upacara
January 31, 2016


Cerpen Aribowo (Jawa Pos, 31 Januari 2016)

Upacara ilustrasi Bagus

Upacara ilustrasi Bagus

Sudah satu jam lamanya laki-laki gendut tua itu gelisah. Bangun dari ranjang, minum air kuning dalam botol, kemudian kencing, dan akhirnya rebah kembali. Dalam cahaya kamar remang-remang dia nembang mocopat: Ilir ilir tandure wis sumilir, tak ijo royoroyo tak sengguh penganten anyar… Lirih suaranya. Serak suaranya. Dibarengi desah napas tua terengah-engah. Sementara itu cahaya bulan lamat-lamat berwarna biru, berwarna biru tipis, tergores di atas kaca jendela kamar hotel. (more…)

Rendang Terakhir
January 31, 2016


Cerpen Syafaati Suryo (Republika, 31 Januari 2016)

Rendang Terakhir ilustrasi Rendra Purnama

Rendang Terakhir ilustrasi Rendra Purnama

Lelaki itu selalu terjaga sepanjang malam. Duduk di ubin sudut ruangan dengan terpaan cahaya bulan yang menyelinap melalui lubang udara. Didekapkan kedua kakinya hingga menyentuh dada. Bulir-bulir keringat meluncur di balik kausnya. Pikirannya kocar-kacir. Pandangannya tertuju pada pasukan semut di dinding. Semut-semut itu seakan menggerogoti isi kepalanya. (more…)

Berteman Angin di Ladang Kentang
January 31, 2016


Cerpen Kurnia JR (Kompas, 31 Januari 2016)

Berteman Angin di Ladang Kentang ilustrasi Maharani Mancanagara

Berteman Angin di Ladang Kentang ilustrasi Maharani Mancanagara

Kulihat malam pada hamparan ladang kentang Dataran Tinggi dan kudapati wajah sendiri yang sunyi, mengejar jawaban atas satu hal yang tak kunjung datang. Apakah yang patut kuberikan untuk mengisi waktumu? Sepotong kisah?

Ini cerita penangkal dingin malam yang mengekang tulang-belulang pada ujung kemarau Dataran Tinggi. Harus kuperjelas aku tidak menyimpan dendam apa pun di dalam kisah yang hendak kututurkan ini. Aku hanya minta pengertianmu untuk sepenuhnya percaya pada apa yang kuungkapkan. Seluruhnya. Jika engkau skeptis atau hanya setengah percaya, berhentilah membaca. (more…)

Sesat Pikir Para Binatang
January 30, 2016


Cerpen Triyanto Triwikromo (Koran Tempo, 30-31 Januari 2016)

Sesat Pikir Para Binatang ilustrasi Munzir Fadly

Sesat Pikir Para Binatang ilustrasi Munzir Fadly

PELAJARAN pertama agar kau bisa bekerja dengan baik di kebun binatangku, Kalam, adalah mengetahui dengan saksama satwa apa yang bersemayam di dalam jiwamu,” kata Nuh, Direktur Kebun Binatang Halasnom berkaki pincang berusia 54 tahun itu, pada hari kelima aku bekerja.

Mematuhi anjuran itu, aku melihat dengan sangat serius aneka satwa berenangan di kolam, burung-burung di pepohonan, dan binatang-binatang laut yang dipelihara di akuarium raksasa. (more…)

Cerita Cinta dari Galaksi Sebelah
January 24, 2016


Cerpen Dinar Rahayu (Media Indonesia, 24 Januari 2016)

Cerita Cinta dari Galaksi Sebelah ilustrasi Pata Areadi

Cerita Cinta dari Galaksi Sebelah ilustrasi Pata Areadi

SEPERTI mimpi buruk yang masih berlangsung walaupun seseorang sudah terjaga, barangkali seperti itulah rasanya melakukan perjalanan dengan Mesin Pelipat Ruang dan Waktu. Cempasuchitl terbangun dengan mimpi buruk yang masih tergantung di kepalanya ketika pintu mesin melontarkan dirinya keluar seperti katup WC yang terlalu banyak menampung kotoran dan akhirnya mbludak. Penjaga sigap menangkap tubuh Cempasuchitl bersama air dan lendir-lendir yang terbentuk sebagai efek samping perjalanan. (more…)

Suman
January 24, 2016


Cerpen Umar Affiq (Suara Merdeka, 24 Januari 2016)

Suman ilustrasi Putut Wahyu Widodo

Suman ilustrasi Putut Wahyu Widodo

“Suman.” Aku baca tulisan itu dalam hati. Tulisan pada kayu jati yang sebagian terpendam dalam gunduk tanah di depanku. Tak sekali pun aku sangka, barangkali pemilik nama itu juga, bahwa semua yang ia ceritakan padaku tempo hari lebih segera dari yang tak pernah kami duga. (more…)