Archive for December, 2015

Bus yang Melaju Membawa Rindu
December 27, 2015


Cerpen Hermawan Aksan (Media Indonesia, 27 Desember 2015)

Bus yang Melaju Membawa Rindu ilustrasi Desta

Bus yang Melaju Membawa Rindu ilustrasi Desta

KETIKA bus merayap keluar dari terminal, jarum jam yang menggantung di atas kaca depan menunjuk angka delapan. Delapan jam aku baru akan dapat menuntaskan rindu di kota yang kutuju. Rindu yang berulang, rindu yang hampir membatu.

Di antara deram mesin dan pekik klakson di tengah padatnya jalan raya, bibir sopir samar-samar menyenandungkan Tembang Kasono—nyanyian rindu. Dari spion di atas kaca depan, wajah sang sopir tampak bersih dan bersinar. Rambut dan kumisnya berhiaskan garis-garis putih. Tapi mata dan bibirnya terus tersenyum. Tembang kasono—kepada siapa ia merindu? Ah, tentu kepada istrinya. (more…)

Advertisements

Usia Pohon Natal
December 27, 2015


Cerpen Joshua Ivan Winaldy Simanungkalit (Jawa Pos, 27 Desember 2015)

Usia Pohon Natal ilustrasi Bagus

Usia Pohon Natal ilustrasi Bagus

Kami tidak menghitung usianya karena takut kehilangannya.

***

Usia nol tahun. Sleman, 25 Desember 1965.

Kami tak pernah berpikir akan memiliki pohon Natal sendiri di rumah ini. Semua masih serba sederhana, pohon Natal ini sudah seperti harta yang paling berharga—sangat jarang orang-orang memilikinya. (more…)

Doa Pulitan
December 27, 2015


Cerpen Teguh Affandi (Republika, 27 Desember 2015)

Doa Pulitan ilustrasi Daan Yahya

Doa Pulitan ilustrasi Daan Yahya

ADA labirin di kepala Pulitan. Labirin rumit yang menjadikan Pulitan tersesat dalam pikirannya sendiri. Hingga membuat orang terseok-seok mengikuti alur berpikirnya. Saban mencoba mencerna kejanggalan sikap dan ucapan Pulitan yang seruncing taring, berbisa seperti kecubung, justru kita akan terjerembap di kedalaman sesat atau terbentur tembok buntu. Banyak tetangga tak menyukai dan mengucilkannya. Bahkan istri-istrinya—Pulitan tiga kali menikah tiga kali berpisah—selalu punya alasan untuk minta talak. (more…)

Jalan Suriah
December 20, 2015


Cerpen Bernando J Sujibto (Media Indonesia, 20 Desember 2015)

Jalan Suriah ilustrasi Media Indonesia

Jalan Suriah ilustrasi Media Indonesia

“SEMALAM, pukul 01.21, jalan di depan apartemen ini kembali menelan korban. Dua pemuda tewas ditusuk pisau kasap. Uff….

Suara Kemal Argon berat. Tatapannya gamang. Dia tak bisa lagi memendam khawatir karena kejadian itu. Tragedi ketiga yang menelan korban nyawa di sepanjang Jalan Basaran. Gusty Ghaffar menatapnya penuh getir. Ia memahami betul apa yang akhir-akhir ini selalu dipikirkan Kemal, orangtua angkatnya, yang sudah empat tahun tinggal bersamanya. Semakin hari Gusty merasakan perubahan drastis di sekitar mahalle tempat mereka tinggal. Cekcok, penjarahan, dan pembunuhan tumpah begitu saja. (more…)

White House
December 20, 2015


Cerpen Ida Fitri (Republika, 20 Desember 2015)

White House ilustrasi Rendra Purnama

White House ilustrasi Rendra Purnama

Berjalan mengelilingi taman sangat menyenangkan. Rerimbun dahan mahoni yang sudah berusia puluhan tahun, merpati putih yang sedang bercengkerama di sangkar-sangkar yang sengaja dibuat untuk memperindah taman. Ditambah bunga berkuncup merah yang menyembul di pinggir jalan taman, berbingkai pohon- pohon besar. Dan, diiringi suara musik dari pemusik jalanan yang duduk secara bekelompok. (more…)

Azan Terakhir
December 13, 2015


Cerpen Ahmad Faisal (Republika, 13 Desember 2015)

Azan Terakhir ilustrasi Rendra Purnama

Azan Terakhir ilustrasi Rendra Purnama

Habil berlari sambil membawa air matanya. Ibunya yang sedang menampih beras di teras bangkit menyambut anak semata wayangnya itu. Di peluknya anak itu dengan penuh kasih sayang. Di seka lembut air mata sang anak yang masih mengucur deras. Dibelai manis rambutnya yang ikal itu. Perlahan tangisnya mereda. Dengan sesegukan Habil mengadu, merengek tak keruan. (more…)