Archive for August, 2015

Ibu-ibu Blok Melati
August 30, 2015


Cerpen Jun Haiyy (Republika, 30 Agustus 2015)

Ibu-ibu Blok Melati ilustrasi Rendra Purnama.jpeg

Ibu-ibu Blok Melati ilustrasi Rendra Purnama

Penghuni Blok Melati, Perumahan Asri Cendana, katanya istimewa. Blok ini dihuni rata-rata oleh kaum elite berlimpah materi. Di Blok Melati ada kediaman Pak Zayyid, seorang camat. Ada pula kediaman Pak Roekhan yang berprofesi sebagai dokter umum. Pak Ganjar, direktorat hulu di sebuah BUMN. Pak Sauki, direktur salah satu bank konvensional unit cabang. Pak Pupung, seorang perwira tinggi TNI AD dengan pangkat letnan jenderal. Pak Ramelan, seorang komisaris jenderal polisi. Pak Sumlah selaku ketua RT adalah seorang rektor di universitas swasta. Dan, masih banyak pak-pak berstatus sosial hartawan lainnya. (more…)

Langkah yang Gemetar
August 23, 2015


Cerpen Shabrina WS (Republika, 23 Agustus 2015)

Langkah yang Gemetar ilustrasi Rendra Purnama

Langkah yang Gemetar ilustrasi Rendra Purnama

Jika Yaroh dilahirkan kedua kali ke dunia ini, dia pasti tetap memilih untuk dipertemukan dengan Khoz. Seorang lelaki yang mengajarinya membawa lebih sedikit daripada yang ditinggalkan. Mengambil secukupnya daripada yang dia berikan pada alam.

“Karena bumi diciptakan bukan hanya untuk kau dan aku,” begitu selalu ucap Khoz.

Mereka bertemu 44 tahun yang lalu, ketika Khoz ditugaskan menjadi mandor hutan di wilayah hutan pinus Pegunungan Gembes. (more…)

Lempengan Emas
August 16, 2015


Cerpen Risda Nur Widia (Republika, 16 Agustus 2015)

Lempengan Emas ilustrasi Republika

Lempengan Emas ilustrasi Republika

Setelah perang usai, kota terlihat muram. Aku termenung di antara puing-puing bangunan sisa reruntuhan rumah setelah bom dan peluru menerjang. Sepasang mataku berjingkat mengamati pemandang kota yang seolah terbingkai dalam lukisan murung.
Anak-anak terlihat sendu. Pipi mereka basah karena air mata, tak rela melepaskan orang- orang tercinta yang mati terbantai. Kota pun tenggelam dalam sapuan ombak kemurungan. Tidak ada lagi pekik tawa. Semuanya bagai lesap bersama kesedihan dan kehilangan yang datang. “Semuanya telah mati,” pekikku mengusap keringat. “Perang telah menghancurkan segalanya.” (more…)

Eyang Veteran
August 9, 2015


Cerpen Teguh Affandi (Republika, 09 Agustus 2015)

Eyang Veteran ilustrasi Rendra Purnama

Eyang Veteran ilustrasi Rendra Purnama

Setiap Agustus mulai tampak di almanak ruang tengah, ada semacam ritual tahunan yang dilakukan Eyang Vet. Beliau akan sibuk tanpa menghiraukan orang sekitaran.

Eyang Vet akan mulai mencari seragam tentara yang sudah usang di tumpukan lemari. Beberapa ujung seragam dimakan kutu pakaian, lipatan setrika sudah sedemikian kentara menjejak, lubang-lubang bekas peniti emblem dan pangkat penghormatan jamak terlihat di sekitaran saku, dan bila tidak disemprot dengan pewangi tentu aroma apak akan menguar. Senja yang membuat kakinya gemetar dan rabun seolah tak mempan membuat semangatnya berkobar. (more…)

Rumah Kontrakan
August 2, 2015


Cerpen Yus R Ismail (Republika, 02 Agustus 2015)

Rumah Kontrakan ilustrasi Rendra Purnama

Rumah Kontrakan ilustrasi Rendra Purnama

Seharian berkeliling mencari rumah kontrakan, tidak juga menemukan. Maksudnya, menemukan yang pas dengan hati. Ya harganya, ya rumahnya. Ada rumah yang leluasa, besar, nyaman untuk keluarga anak tiga dan usah kecil-kecilan membuat kerajinan tangan, harganya tidak terjangkau. Ada yang harganya cocok, rumahnya kecil dan sumurnya berair kekuningan. Akhirnya mengeluh lagi. Tentu saja karena sudah seminggu saya mencari rumah kontrakan. (more…)