Archive for July, 2015

Ketika Angin Berhenti Mengalun
July 12, 2015


Cerpen Irwan Kelana (Republika, 12 Juli 2015)

Ketika Angin Berhenti Mengalun ilustrasi Rendra Purnama.jpeg

Ketika Angin Berhenti Mengalun ilustrasi Rendra Purnama

Lagi-lagi Fadil bikin ulah. Saat pelajaran tahfiz Alquran di kelas, dia berlari ke sana kemari. Bahkan, menabrak temannya yang bernama Santi. Anak itu terjatuh dan lututnya luka.

Keesokan harinya, ayahnya Santi, seorang tentara berpangkat kolonel, datang ke sekolah dan protes keras ke Dita. (more…)

Advertisements

Kenangan pada Sebuah Pertandingan
July 5, 2015


Cerpen Sunlie Thomas Alexander (Media Indonesia, 5 Juli 2015)

Kenangan pada Sebuah Pertandingan ilustrasi Pata Areadi

LAPANGAN yang tak adil, kata Aswin. Bek kanan yang tangguh, tapi mudah terpancing emosi. Ia tidak membenarkan, tak juga menyangkal. Pemain lawan juga sering mengeluh jika bertanding di lapangan sepak bola kampungnya itu. Kesebelasan yang mendapat giliran menempati sisi lapangan yang landai mesti berjuang lebih keras. Bola bakal bergulir lebih liar dan lawan menyerbu seperti air bah. Setiap kali bola datang, Aswadi kiper timnya, terpontang-panting mengamankan gawang. Sebaliknya, alangkah sulitnya menggiring si kulit bundar ke gawang sebelah. (more…)

Kunang-kunang Laut
July 5, 2015


Cerpen Ilham Q Moehiddin (Koran Tempo, 5 Juli 2015)

Kunang-kunang Laut ilustrasi Munzir Fadly

Kunang-kunang Laut ilustrasi Munzir Fadly

URASHIMA Yoshi mendapat jawaban atas kecemasannya. “Orang-orang sudah meninggalkan tradisi tua yang tak kau lepaskan. Zaman Edo sudah berakhir dan kebiasaanmu itu membuat mereka cemas,” tukas Jiraiya, lelaki tua penjaga kuil Hachiman.

Jiraiya meminta Yoshi membakar batang hio sebelum mereka larut dalam doa. (more…)

Magena
July 5, 2015


Cerpen Ida Fitri (Suara Merdeka, 5 Juli 2015)

Magena ilustrasi Suara Merdeka

BUKIT La Sabira masih berdiri kokoh. Dua belas patung singa masih mengelilingi kolam air mancur. Taman ini masih taman yang sama ketika kau memintaku menunggumu. Katamu kau akan kembali sebelum kebab lumer di mulut. Apa yang terjadi?

Sudah empat ratus kali lebih bumi mengelilingi matahari—aku berdiri di sini—engkau tak kunjung  datang juga. Tak pernah ada mata elang, rambut ikal, dan aroma tubuhmu. (more…)

Pulang
July 5, 2015


Cerpen Adi Wicaksono (Jawa Pos, 5 Juli 2015)

Pulang ilustrasi Bagus

IBU menelepon mengabarkan bahwa adikku Hanum sudah mendapatkan jodoh, Baskara namanya, seorang insinyur yang bekerja di Departemen Pekerjaan Umum, lelaki baik-baik dari keluarga baik-baik.

Bagiku ini sebuah kejutan. Bagaimanapun Hanum adalah perempuan yang sulit didekati laki-laki, sehingga agak sulit pula mendapatkan jodoh. Beberapa kali ia menjalin hubungan dengan laki-laki, tapi kemudian mereka lekas menjauh setelah mengetahui watak Hanum yang lugas, kritikal, bahkan terkadang agak sinis. Tapi, setiap kali putus hubungan, Hanum cuek saja dan seolah tidak ambil pusing.  (more…)

Kolak
July 5, 2015


Cerpen Teguh Affandi (Republika, 05 Juli 2015)

Kolak ilustrasi Rendra Purnama

Kolak ilustrasi Rendra Purnama

Seolah, selama setahun disembunyikan dan hanya digelontorkan saat Ramadhan, kolak melimpah ruah sepanjang hari-hari puasa. Meskipun misterius, kurma yang mendadak melimpah di swalayan modern hingga pasar tradisional masih masuk nalar. Meski bermula dari Tanah Persia, nyatanya sebulan menjelang puasa hingga pasca- Lebaran kurma mudah sekali ditemukan. Bersama hadis cara Nabi berbuka, buah pokok Phoenix dactylifera lantas mendunia. Lantas, bagaimana dengan kolak? Tak ada ulama, kiai, ustaz, atau wali menyahihkan bahwa kolak kudapan khusus saat Ramadhan. Tapi, semua seperti sepakat kolak hanya enak dimakan saat buka puasa.  (more…)