Archive for March, 2015

Pusara Ibu Enju
March 29, 2015


Cerpen A Warits Rovi (Republika, 29 Maret 2015)

Pusara Ibu Enju ilustrasi Rendra Purnama

Pusara Ibu Enju ilustrasi Rendra Purnama

Tangan Enju yang lembut memilah kembang. Mengusap tanah pusara ibunya. Sesekali ia menjumput tanah itu, lalu diciumnya. Matanya terpejam. Helai-helai rambut legam menjuntai dari selembar kain jilbab yang ia kenakan. O, air matanya rembes dan ia terisak. Bahunya terguncang. Ada tangis mengiris senyap senja, angin menyaput dengan wangi kamboja. Enju tertunduk. Wajahnya tepat mencium tanah bagian selatan pusara, tak peduli di dekatnya tengah berserak sobek kelopak kembang basah dan sabut kelapa yang menguar wangi kemenyan dengan asap tipis dan putih. “Ibu…..,” suara Enju mengambang ringan di bawah lanskap langit merah, bersamaan dengan kepak burung menuju sarang di rimbun daun kesambi. (more…)

Advertisements

Guru Kehidupan
March 22, 2015


Cerpen Putri Rezeki Rahayu (Republika, 22 Maret 2015)

Guru Kehidupan ilustrasi Rendra Purnama

Guru Kehidupan ilustrasi Rendra Purnama

Mutasyakirin awy. Allah yuwaffiq insya Allah,” ucapan terima kasih sekaligus untaian doa itu keluar dari lisan seorang pria berusia senja yang kutemui di Distrik 7, tak jauh dari lokasi tempatku berkuliah di Kairo, Mesir.

Tubuh renta itu berada di ujung jalan. Bagaikan sebongkah batu yang lama tak disentuh. Diam seakan menanti malaikat maut datang. Sesekali membenarkan duduknya mengurangi rasa dingin. (more…)

Niat Nia
March 15, 2015


Cerpen Rajif Duchlun (Republika, 15 Maret 2015)

Niat Nia ilustrasi Rendra Purnama

Niat Nia ilustrasi Rendra Purnama

Ia sebenarnya masih ingin menjadi seorang Ateis sejati. Ia tidak ingin masuk Islam.
Bahkan pada suatu malam yang pekat, demi mempertahankan kesejatiannya, ia memilih menghindar dan berlari masuk hutan.

Berminggu-minggu ia tak tiba di kampung. Setiap hari orang-orang hanya bergunjing tentangnya. Sampai pada pagi buta, ia datang terengah-engah menuju surau dan berteriak kencang di dalam surau, bahkan sangat kencang: saya ingin masuk Islam! (more…)

Musafir
March 8, 2015


Cerpen Risda Nur Widia (Republika, 08 Maret 2015)

Musafir ilustrasi Rendra Purnama

Musafir ilustrasi Rendra Purnama

Barangkali, pria itu tercipta dari sebuah ketabahan. Sudah satu minggu berlalu, ketika ia pertama kali berdiri dengan pakaian serba putih di persimpangan jalan Kota J.
Tidak ada yang tahu apa yang sedang ia lakukan di sana. Selain termenung dengan kedua kaki yang bergetar dan menatap penuh murung. Tak banyak pula orang menghiraukannya. (more…)

Mengubur Cahaya
March 1, 2015


Cerpen Yayan Suryana, Lc. (Republika, 01 Maret 2015)

Mengubur Cahaya ilustrasi Rendra Purnama

Mengubur Cahaya ilustrasi Rendra Purnama

Malam belum larut. Suara-suara kendaraan bermotor terdengar kuat. Tat-tet-tot bunyi klakson mobil-mobil yang ingin segera kembali ke garasinya memekakkan telinga. Biasanya akhir pekan seperti ini jalan menuju Roxy macet, dari mulai jalan utama Shalah Salim sampai mendekati Abbasea, Kairo, Mesir, pun tak luput dari pawai kemacetan. Mobil pribadi dan angkutan umum seakan tak mau kalah untuk saling mendahului, pertengkaran-pertengkaran kecil antarpengemudi menjadi hal yang biasa di Negeri Seribu Menara ini. (more…)