Archive for September, 2013

Karim tak Pernah Pulang
September 15, 2013


Cerpen Arie F Batubara (Media Indonesia, 15 September 2013)

Karim tak Pernah Pulang ilustrasi Pata Areadi

WAJAH Haji Suleman tiba-tiba tegang. Surat yang sedang dibacanya langsung ia remas. “Tidak!” sergahnya. “Aku tak mengizinkannya pulang ke kampung ini!”

“Maaf, Buya. Saya cuma…”

“Dengar, Sobek! Kau tak perlu membelanya. Bila bertemu lagi dengannya, katakan, ia tak boleh pulang ke kampung ini. Sampai kapan pun. Bila ia nekat, aku sendiri yang akan menghajarnya dan mengusirnya. Aku tak punya anak yang bernama Karim lagi. Aku sudah menganggapnya mati!”  (more…)

Rashida Chairani
September 15, 2013


Cerpen A.S. Laksana (Koran Tempo, 15 September 2013)

Rashida Chairani ilustrasi Yuyun Nurrachman

IBU memintaku mengingat nama-nama: tiga lelaki dan satu perempuan dan salah satu dari ketiga lelaki itu sudah pasti ayahku. Ia telah mengatakan hal ini sejak aku kanak-kanak dan mengulanginya berkali-kali sepanjang hidupnya seolah takut aku lupa. Sebetulnya ia sudah menyampaikannya sejak aku masih janin. Aku tahu karena ibu memberi tahu, namun ingatanku tak mampu menjangkau apa saja yang dikatakannya saat aku masih di dalam perut.

“Leluhurku adalah para bajak laut, orang-orang yang menolak tunduk dan pantang dipermalukan,” katanya. Itu kalimat pertama yang bisa kuingat darinya.  (more…)

Tersesat di Dunia Imajinasi Anak
September 15, 2013


Cerpen DT Jatmiko (Suara Merdeka, 15 September 2013)

Tersesat di Dunia Imajinasi Anak ilustrasi -

PERNAHKAH, suatu saat, kau tersesat di sebuah dunia yang dipenuhi dengan imajinasi anak-anak? Ya, itulah kejadian yang kualami beberapa waktu yang lalu. Dan maaf jika aku mendahului pertanyaanmu, tentang mengapa aku menuliskan kata ’’tersesat’’. Itu hanya selintas pemahamanku saja, entah mengapa aku begitu yakin, jika kau begitu mencintai dunia orang dewasa yang begitu serakah dan fana. Ah, tapi maaf, abaikan saja jika kau kurang berkenan dengan pemahamanku tersebut.  (more…)

Tentang Pengarang yang Merasa Telah Membunuh Roland Barthes dan Beberapa Alasan Mengapa Dia Menulis Novel Pendek
September 15, 2013


Cerpen Triyanto Triwikromo (Jawa Pos, 15 September 2013)

Tentang Pengarang yang Merasa Telah Membunuh Roland Barthes dan Beberapa Alasan Mengapa Dia Menulis Novel Pendek ilustrasi Budiono

1. Sejarah Aib

SETIAP orang memiliki sejarah aib1 sendiri-sendiri. Mohamad Isa Daud, pengarang sepuh tak mati-mati yang selalu gagal menulis novel aib orang-orang suci, juga merasa memiliki sejarah aib, terutama yang berkait dengan riwayat penggunaan nama pengarang dalam setiap novel-novelnya. Dia merasa nama yang diberikan oleh orang tua terlalu berlebihan dan hanya mengingatkan siapa pun pada pengarang buku-buku tentang jin dan dajal.  (more…)

Malam Hujan Bulan Desember
September 15, 2013


Cerpen Guntur Alam (Kompas, 15 September 2013)

ilustrasi cerpen karya Hadi Soesanto

MALAM ketika Ayah membunuh Ibu, hujan turun dengan deras. Aku ingat, itu bulan Desember, karena lonceng dan kidung Natal bergema dari gereja sebelah kontrakan kami. Tak ada yang mendengar jeritan Ibu. Gemuruh hujan menenggelamkannya.

Aku tak tahu, apa alasan yang membuat Ayah berbuat sekejam itu. Dari pertengkaran mereka, akulah biang keladinya. Dari dulu, Ibu memang selalu bercerita, kalau Ayah tak menyukaiku. Aku tak tahu kenapa.  (more…)

Dendeng Sapi
September 8, 2013


Cerpen Dyah Merta (Media Indonesia, 8 September 2013)

Dendeng Sapi ilustrasi Pata Areadi

AYAHKU, Kampret, menceritakan kepadaku ihwal orang terbaik di desa kami, yang kemudian digiring oleh aparatur keadilan ke sebuah penjara. Orang itu adalah Dulrohman yang dikenal lebih pintar dari siapa pun hingga selama 10 tahun tidak pernah ada yang menduga jika dia telah menipu banyak orang. Tipuannya begitu licin. Ayah bahkan menduga jika Dulrohman belajar trik sulap kepada seorang master di Tiongkok. Tak tahu bagaimana, bisnis jagal sapinya membuat ia mampu mengoleksi mobil-mobil baru pabrikan Eropa.  (more…)