Archive for July, 2013

Teman Kami
July 28, 2013


Cerpen Dias Novita Wuri (Koran Tempo, 28 Juli 2013)

Teman Kami ilustrasi Yuyun Nurrachman

“NAH lihatlah, Teman, kami sudah memenuhi permintaan-permintaanmu. Kami datang saat kau panggil, dan kami sudah membantu membuatmu kaya tanpa kau harus bekerja apa-apa seumur hidupmu. Kau sudah punya sebuah mobil yang nilainya hampir dua ratus juta mata uangmu, kau berhasil menikahi perempuan cantik itu (tadinya ia benci padamu, tentu saja, dan selalu mengerutkan alisnya tiap kali kau muncul di depan pagar rumahnya, tapi kami punya cara untuk membujuknya, mengisiki hatinya dengan tipu daya), dan kini kau punya dua rumah—besar dan terletak di lokasi yang bagus, meskipun tidak megah. Kau berkecukupan tanpa harus berusaha, karena perempuanmu yang bekerja seumur hidupnya hingga kalian punya semua itu. Ia cantik, serba-bisa, dan pintar, ia yang bekerja membanting tulang di sebuah bank asing selama dua puluh lima tahun sementara tugasmu hanya menjemputnya setiap sore di kantornya. Itu pun kau selalu mengeluh. Kau marah-marah, memukulkan kepalan tanganmu ke klakson mobil, memaki-maki pengendara lain saat jalanan macet.  (more…)

Advertisements

Doomga
July 28, 2013


Cerpen Yudhi Herwibowo (Suara Merdeka, 28 Juli 2013)

Doomga ilustrasi -

NAMAKU Frank Marryad. Pada 1825, saat usiaku belum genap 18 tahun, aku sudah mengikuti pelayaran sebagai kadet di Kapal HMS Samarang untuk menyisir kepulauan Melayu. Saat itulah aku menyaksikan pemindahan para tahanan dari Bencoolen di Sumatera Utara menuju Singapura. Dan untuk pertama kalinya aku bertemu dengan seorang tahanan India yang memiliki aura sangat menakutkan. Ia berjalan beberapa langkah di depan tahanan lainnya. Tangan dan kaki diikat rantai besar, yang lebih besar dari rantai tahanan lainnya. Awalnya sampai di situ saja keherananku, namun saat aku mengamati lebih tajam, baru kusadari bila di dahinya ada cap bertulis Doomga yang terlihat mencolok. Dan belum habis keherananku, aku kembali menyadari bila mata tahanan itu kosong. Maksudku benar-benar kosong, tanpa ada bulatan putih dan hitam di situ!  (more…)

Cerita Ababil
July 28, 2013


Cerpen  A.S. Laksana (Jawa Pos, 28 Juli 2013)

Cerita Ababil ilustrasi -

KELAK akan ada gelandangan bicara tentang rombongan burung dari neraka. Tapi itu urusannya. Urusanku adalah menyampaikan apa yang sesungguhnya terjadi.

Aku datang pada hari kematiannya dan mengatupkan matanya yang tak sepenuhnya terpejam; aku tak ingin orang-orang yang datang melayat menganggapnya mati penasaran, walaupun aku yakin Maliki memang penasaran. Ia mati pada umur sembilan puluh enam dan selama hidupnya ia tiga kali gagal mewujudkan apa yang ia inginkan.  (more…)

Perempuan Berselendang Ungu
July 28, 2013


Cerpen Ibnu Wicaksono (Republika, 28 Juli 2013)

Perempuan Berselendang Ungu ilustrasi Rendra Purnama

”Jangan bersedih, sesungguhnya Allah bersama dengan kita.“ (QS at-Taubah: 40)

TEMPAT ini yang menjadi awal kesedihan tercipta di wajah Agis. Sebuah tempat di mana banyak anak yang menjadi penghuninya. Entah itu dari bayi yang dibuang, hasil bayi pelacur, anak dari orang miskin dan berbagai macam asal muasal anak bisa menjadi penghuni tempat ini. Mereka dirawat bersama di tempat ini sampai kapan pun atau ada orang yang mengadopsi.

Iya, Agis dan anak yang lain hidup di panti asuhan yang penuh keramaian meskipun sejatinya hati terasa amat kesepian.  (more…)

Ulat Bulu dan Syekh Daun Jati
July 28, 2013


Cerpen Agus Noor (Kompas, 28 Juli 2013)

Ulat Bulu dan Syekh Daun Jati ilustrasi Ahdiyat Nur Hartarta

ADA kisah yang selalu diingat dengan gemetar oleh orang-orang kampung Jatilawang setiap menjelang Ramadhan. Bukan kisah tentang nabi-nabi. Tapi wabah ulat bulu. Malapetaka bertahun lalu yang terjadi setelah pembantaian orang-orang yang dituduh komunis di kampung itu. Mereka mati dengan cara paling mengerikan. Ditangkap dan diseret ke pinggiran hutan jati, sebagian ditembak, digorok, atau dihajar kepalanya hingga remuk dengan batang kayu jati. Tak ada anak yang tak menjadi yatim setelah pembantaian itu. Kekejian memang tak pernah bisa dilupakan.  (more…)

Penembak Jitu
July 21, 2013


Cerpen Liam O’Flaherty (Koran Tempo, 21 Juli 2013)

Penembak Jitu ilustrasi Yuyun Nurrachman

PETANG bulan Juni yang panjang telah pudar menjadi malam. Selain redup sinar bulan, yang menerobos bongkah-bongkah awan putih-lembut dan menyiramkan berkas-berkas pucat di jalanan dan perairan gelap di sekitar Liffey, hanya kegelapan yang menyelimuti Dublin. Di sekitar Four Courts yang terkepung, senjata berat meletup-letup. Di seluruh penjuru kota itu, senapan mesin dan bedil mencabik-cabik kesunyian malam tanpa henti seperti anjing yang menyalak-nyalak di sebuah peternakan terpencil. Kaum pendukung Republik dan Free State masih sengit bertempur.  (more…)