Archive for May, 2013

Kolong Meja
May 26, 2013


Cerpen Sanie B. Kuncoro (Jawa Pos, 26 Mei 2013)

Kolong Meja ilustrasi Budiono

RUMAHMU hening. Hening itu seakan menempatkanmu pada sebuah lorong panjang tak berpangkal, entah berujung. Menumbuhkan kesendirian yang senyap dalam dirimu. Tidak ada ragam suara yang kerap membuatmu merasa bising. Kau sadari kini bahwa suara itu tidak sekadar membawa berisik sebenarnya, melainkan penanda kehidupan. Bahwa kau tidak sendirian melainkan ada sesuatu atau seseorang yang berada dekat dan menemanimu.

Pesawat televisi di sudut itu, yang sering kau kutuk dalam keluhan perlahan, oleh karena tak berhenti menyala dan menyita terlalu banyak perhatian seluruh penghuni rumah sehingga seolah membuatmu terabaikan, kini bisu sama sekali. Bisu semacam itu hanya mungkin terjadi kalau ada pemadaman listrik, yang saat datangnya tidak selalu seperti keinginanmu. Aliran listrik tidak padam hari itu. Namun bisunya televisi tidak ingin kau syukuri, meskipun sungguh kau tahu bahwa itu demi untukmu. Demi membuatmu “tenteram”. Lebih tepatnya tidak menambah gelisah hati dan pikiranmu. Kau hela napasmu. Berat terasa di dada saat udara terembus. Bukan, bukan karena paru-parumu mulai rapuh, bukan pula karena pekatnya polusi udara di sekitar, melainkan karena risau dan kesedihan yang mengubah banyak hal menjadi beban pada pikiranmu.  (more…)

Advertisements

Dan Lalu
May 26, 2013


Cerpen Djenar Maesa Ayu (Kompas, 26 Mei 2013)

Dan Lalu ilustrasi Yuswantoro AdiDAN berjalan tertatih memapah Lalu. Selalu saja terjadi seperti itu. Padahal sebelumnya Dan berniat untuk maju. Tak lagi mengindahkan tangis Lalu di belakangnya yang mendayu-dayu.

Tapi untuk kesekian kalinya Dan kalah. Kedua kakinya urung melangkah. Tangis Lalu ibarat tali tambang yang menjerat erat kedua kakinya agar tidak pindah. Dan tak berdaya walaupun sebenarnya sudah merasa teramat sangat jengah. (more…)

Rumah yang Terbelah
May 26, 2013


Cerpen Aris Kurniawan (Media Indonesia, 26 Mei 2013)

Rumah yang Terbelah ilustrasi Gata Areadi

LELAKI tua itu masuk ke dalam rumahnya dengan langkah tergesa.

Dibantingnya daun pintu. Dari balik kaca jendela ia kemudian memandang penuh benci kepada lelaki muda yang duduk sambil merokok dan menikmati kopi di balkon seberang rumahnya. Cuih. Ia yakin perempuan tua itu yang menyuruh lelaki muda duduk di sana, supaya terlihat olehnya dan merasakan hidupnya semakin hancur. (more…)

Bisikan di Telinga Anjing
May 26, 2013


Cerpen Akasa Dwipa (Suara Merdeka, 26 Mei 2013)

Bisikan di Telinga Anjing ilustrasi Hery Purnomo

SEPULUH musim terlewati di rumah ini bersama seekor anjing.

Bertahun-tahun lalu aku menemukannya di jalan. Seekor anjing basah kuyup di emperan toko. Tubuhnya kurus dan kotor. Hidung dan kakinya mengeluarkan darah. Ketika aku mendekat, anjing itu ketakutan. Setelah gagal mengangkat tubuhnya sendiri, anjing itu pasrah, mendesakkan tubuhnya ke dinding. Meski tidak pernah memelihara anjing, aku membawanya pulang. Disertai perasaan aneh, sambil jalan aku menenangkannya dalam dekapanku. (more…)

Mitosomania
May 26, 2013


Cerpen Hendra Saputra (Republika, 26 Mei 2013)

Mitosomania ilustrasi Rendra Purnama

MITOS itu memang sudah ada semenjak dahulu kala. Saat Desa Karangraya belum ramai seperti sekarang ini. Cerita tentang kekeramatan Masjid Al-Iman yang selalu saja meminta tumbal orang-orang muda yang pintar agama. Kaum muda yang dengan rela dan jujur mau ngerumati masjid tersebut.

Hal itu pun bukan hanya omong kosong belaka, karena sudah banyak bukti yang mensahihkannya. Seperti cerita meninggalnya si Amir, pemuda yang baru dua bulanan ini selalu mengumandangkan azan dan menjadi khatib di masjid itu. Ia meninggal dengan anehnya. Sebab kepergiannya bukan karena kecelakaan ataupun mengidap penyakit yang dapat didiagnosa. Melainkan, ia terkena penyakit yang belum bisa disembuhkan oleh berbagai dokter di berbagai rumah sakit, baik yang ada di desa maupun di kota. Mereka angkat tangan, dan menyerahkan segalanya kepada Yang Maha Kuasa.

(more…)

Rumah Amplop
May 19, 2013


Cerpen Damhuri Muhammad (Jawa Pos, 19 Mei 2013)

Rumah Amplop ilustrasi ...

DI masa kanak-kanak, rumah kami selalu kebanjiran amplop. Ruang tamu, laci-laci ruang kerja papa, lemari pakaian mama, hingga rak-rak dapur, penuh-sesak oleh amplop dari berbagai rupa, warna, dan ukuran. Setelah mama dan papa mengamankan isi dari amplop-amplop yang berserakan itu, kami akan melepaskan lipatan-lipatan kertasnya, lalu mengguntingnya sesuai pola-pola yang kami sukai. Dari potongan-potongan kertas bekas amplop itu kami gemar membentuk huruf-huruf, yang kemudian tersusun sebagai R-E-I-N-A (mama), S-U-K-R-A (papa), dan  nama-nama kami sendiri; Abim, Amru, dan Nuera. Sepulang sekolah, sepanjang hari, kami asik menggunting-gunting kertas-kertas bekas amplop, hingga suatu hari kami bersepakat memberi nama tempat tinggal kami dengan “rumah amplop”. Rumah tempat beralamatnya amplop yang datang dari berbagai penjuru. Rumah yang makin bercahaya, seiring dengan makin berhamburannya amplop ke dalamnya.   (more…)

Cartesia
May 19, 2013


Cerpen Sungging Raga (Media Indonesia, 19 Mei 2013)

Cartesia ilustrasi Pata Areadi

SIAPAKAH yang berani mengganggu hantu terbang Flying Britishman di Stasiun Kingscote yang sudah tak digunakan sejak puluhan tahun lalu itu?

Suasana remang selalu tampak setiap kali Stasiun Kingscote dipandang dari arah perbukitan Turners Hill. Konon, sudah lama stasiun itu menjadi tempat persemayaman makhluk halus. Dalam radius 2 kilometer dari stasiun, selalu terdengar suara dengung kereta api, hiruk-pikuk penumpang, gelak tawa, obrolan-obrolan dengan bahasa yang tak dimengerti. (more…)