Archive for April, 2013

Lubang Dada Ibu
April 28, 2013


Cerpen Yetti A.KA (Media Indonesia, 28 April 2013)

Lubang Dada Ibu ilustrasi Pata Areadi

OH, batu! Seorang ibu datang ke sana pada pagi dingin itu. Bukan untuk membuat sari daun serai pembasuh rambut, melainkan demi mengakhiri jerit hati yang pilu.

Ia meminta batu menelan tubuhnya agar menjadi kenangan pahit yang terus menempel dalam kehidupan anak-anaknya—mereka yang telah melubangi dada seorang ibu sepanjang waktu. Dada seorang ibu! (more…)

Gorong-Gorong Rahasia
April 28, 2013


Cerpen Azwar R Syafrudin (Suara Merdeka, 28 April 2013)

Gorong-Gorong Rahasia ilustrasi Toto

1

SETELAH merapikan kerah bajuku, membetulkan sedikit letak dasi kupu-kupuku, dan menyisir miring rambut tipisku, Ibu bertanya kepadaku apakah aku mau dia antar pergi ke sekolah atau tidak. Seperti biasa aku hanya menggelengkan kepalaku dan tersenyum kecil kepadanya. Ibu tersenyum kepadaku kemudian mencium lembut keningku dan mengusap lembut kedua pipiku. Aku senang melihat mata Ibu yang semakin indah saat berkaca-kaca. Kurasa Ibu mengerti bahwa aku hanya tidak ingin merepotkannya. (more…)

Agama Apa yang Pantas bagi Pohon-pohon?
April 28, 2013


Cerpen Eko Triono (Kompas, 28 April 2013)

Agama Apa yang Pantas bagi Pohon-Pohon ilustrasi Sunadi Doel

SEBELUM kau bertanya, “Agama apa yang pantas bagi pohon-pohon?” hujan lebih dahulu berwarna tembaga.

Merkuri yang tinggi, tegak dan melengkung; berbaris menundukkan kepala di sisi jalan provinsi J, dan kita mengira mereka sedang sibuk, atau mungkin berkabung, pada lalu lintas yang senantiasa bergegas, seperti saat, seperti waktu (yang kerap terlepas dan bersambung). Penerangan dalam bus dimatikan, sejak beberapa jam yang lalu. (more…)

Mariantje dan Pasangan Tua
April 21, 2013


Cerpen Erni Aladjai (Media Indonesia, 21 April 2013)

Mariantje dan Pasangan Tua ilustrasi Pata Areadi

RABU pagi yang bercahaya, mereka terbangun dalam satu selimut. Laura dan Don masih bersama. Tak ada yang pergi lebih dahulu. Tuhan masih ingin melihat mereka melewati hari-hari baru.

Setiap malam, menjelang kelopak mata mengatup, Laura akan memasukkan jemarinya ke sela-sela jemari Don. Ritual rahasia mereka, yang hanya diketahui oleh Mariantje. (more…)

Kabut
April 21, 2013


Cerpen Adi Zamzam (Suara Merdeka, 21 April 2013)

Kabut ilustrasi Putut Wahyu Widodo

KABUT tiba-tiba saja memperpendek jarak pandang. Wono merasa telah begitu jauh meninggalkan pantai, meninggalkan mata bening yang melepasnya dengan aroma cemas tadi pagi. Namun jaringnya masih belum mendapatkan hasil yang melegakan. Hanya setengah ember ikan kuning dan ikan selar. Ikan-ikan seperti tengah bersembunyi entah di mana. (more…)

Desa Nasi Basi
April 21, 2013


Cerpen Afika Awwaliyah Rozzaq (Republika, 21 April 2013)

Desa Nasi Basi ilustrasi Rendra Purnama

BEBERAPA hari ini aku merasakan beberapa kali napas berat menghantuiku. Rasanya, sungguh tidak mengenakkan. Pahit. Aku melongok keluar jendela dan melihat langit. Aku tersenyum. Seandainya langit seirama dengan suasana hati penduduk desa ini, tentu saja tidak akan ada matahari, awan, dan langit biru. Terkadang, ada yang ingin aku tanyakan kepada Dia, kenapa Dia sampai hati mendamparkanku ke desa aneh ini? (more…)