Archive for August, 2012

Lari dari Mati
August 28, 2012


Cerpen Sam Edy Yuswanto (Republika, 26 Agustus 2012)

SETIAP makhluk yang bernyawa pasti kelak mati. Ya. Mati. Siapa yang telanjur hidup di dunia, siapa pun dia, pasti akan bersua ajal. Semua orang pasti tahu hal ini. Termasuk Kalimun. Sungguh, lelaki baya itu sepenuhnya menyadari, bahwa setiap orang kelak akan mati. Tidak bisa tidak.   (more…)

Aku
August 28, 2012


Cerpen Adi Zamzam (Kompas, 26 Agustus 2012)

AKULAH ketika kau mencinta. Akulah ketika kau mengasihi. Aku bercahaya ketika itu, sehingga hari-harimu menjadi terang. Lalu batangku menjadi kokoh seiring akarnya yang semakin nancap dalam hatimu. Lalu bertunaslah reranting, dan menjadi hijau, menjadi besar, menjadi kokoh, lalu berbuahlah pohonku di dalammu itu. Buah itu aku. Akulah buah. Cinta dan kasih adalah rasanya. Aku berjatuhan saat telah masak. (more…)

Kakek dan Peti Mati
August 14, 2012


Cerpen Eka Maryono (Koran Tempo, 12 Agustus 2012)

“KAKEK, saya bantuin, ya?”

“Ya, ya, bersihkan yang di ujung sana.”

Kakek tertawa dan mengelus-elus rambut saya. Saya berlari ke ujung yang lain, lalu mulai mengelap peti mati buatan kakek.

Begitulah, kakek adalah pembuat peti mati satu-satunya di desa kami, tapi kakek hanya membuatnya setelah musim tani usai. Dalam satu tahun hanya satu peti mati yang ia hasilkan. Ya, satu tahun untuk satu peti mati. (more…)

Malaikat Mungil dan Perempuan Lolipop
August 13, 2012


Cerpen Bamby Cahyadi (Jawa Pos, 12 Agustus 2012)

TAK ada cara terbaik menikmati perjalanan selain membiarkan dirimu tersesat. Ketika berhadapan dengan jalan yang tampak tak berujung dan jembatan serupa yang membingungkan. Terus saja berjalan. Setiap belokan setiap sudut, menghadirkan misteri tersendiri. Tersesat adalah anugerah, karena dirimu tak tahu apa yang menanti di balik tiap kelokan. Bukankah begitu dengan kehidupan, bahkan kematian sekalipun? (more…)

Tidak Ada Seribu Kunang-kunang di Langit
August 13, 2012


Cerpen N Mursidi (Suara Merdeka,12 Agustus 2012)

BERTAHUN-TAHUN, laki-laki itu menunggu Ramadhan (tahun ini) cepat datang. Ramadhan yang akan menggenapi usianya tepat enam puluh tiga tahun dan dia merasa yakin, jika Ramadhan tahun ini, suatu peristiwa yang sudah ditunggu-tunggu lama itu akan tiba. Dia menemui ajal, selepas shalat tarawih tepat di malam Lailatul Qadar. (more…)

Pintu Lebaran
August 13, 2012


Cerpen Ilham Yusardi (Republika, 12 Agustus 2012)

AYAHKU tidak pernah menginjakkan kaki ke Rumah Gadang, rumah mertuanya. Maklum saja, ayah tidak dianggap sebagai mantu oleh Uwo, nenekku. Konon katanya, pernikahan ibuku dengan ayah tidak direstui Uwo. (more…)