Archive for May, 2012

Kamar Dua Belas
May 29, 2012


Cerpen Abidah El Khalieqy (Jawa Pos, 1 April 2012)

KAMAR hotel jadi sunyi. Tiba-tiba saja, Komar dan Syamsu, dua penghuni kamar mewah nomor dua belas itu saling berpikir tentang kematian. Tentu banyak versi, banyak cara pandang yang bisa diulang untuk melihat kematian seseorang. Seperti keduanya, meski titik awal dan akhir telah ditemukan, masih juga berdebat untuk mempertahankan pendapatnya masing-masing. Sampai keduanya membisu, berdiam diri di antara kemewahan lampu merkuri. (more…)

Kaki yang Ajaib
May 28, 2012


Cerpen Hasan Al Banna (Koran Tempo, 20 Mei 2012)

DI MANA-MANA negeri, hampir dipastikan, tak akan kalian temukan gadis-gadis yang masing-masing hanya terdiri dari sepasang kaki. Namun, negeri kami adalah perkecualian! Tepat sekali, setiap gadis di negeri kami cuma terdiri dari sepasang kaki. Ou, tentu, silakan kerat julur lidah kami kalau-kalau kisah ini semata bualan. (more…)

Juru Kunci
May 28, 2012


Cerpen Renny Meita Widjajanti (Suara Merdeka, 20 Mei 2012)

SEBENARNYA ia ragu, tidak begitu yakin akan khasiat air sumur itu. Lebih tepatnya terpaksa. Keadaan telah memaksanya hampir 25 tahun menjadi juru kunci sumur keramat itu. Sebab itu ia mesti memercayainya, tapi ia juga tak mampu menepis keraguannya. (more…)

Cinta Berbatas Logika
May 28, 2012


Cerpen Titien DJ (Republika, 20 Mei 2012)

MALAM telah sangat larut. Ayu belum juga bisa tidur. Pikirannya masih berkutat pada keinginan suaminya untuk menikah lagi. Istri mana yang tak syok dimintai izin suaminya seperti itu. Dilihatnya Dedi, suaminya, telah tidur pulas di sampingnya. Dia cermati wajah suaminya. Laki-laki berumur 40 tahun ini memang ganteng, tak berbeda seperti saat pertama kali Ayu mengenalnya dulu. Karena rajin berolah raga, tubuhnya juga atletis, tidak berperut gendut seperti laki-laki seusia dia lainnya. Rambutnya juga masih hitam belum ada selembar uban pun di kepalanya. Ah, perempuan mana yang tak akan tergoda dengan wajah ganteng seperti itu, apalagi dengan kedudukan dan kekayaan yang dimilikinya. (more…)

Bu Geni di Bulan Desember
May 28, 2012


Cerpen Arswendo Atmowiloto (Kompas, 20 Mei 2012)

BAGI Bu Geni, semua bulan adalah Desember. Bulan lalu, sekarang ini, atau bulan depan berarti Desember. Maka kalau berhubungan dengannya, lebih baik tidak berpatokan kepada tanggal, melainkan hari. Kalau mengundang bilang saja Jumat dua Jumat lagi. Kalau mengatakan tanggal 17, bisa repot. Karena tanggal 17 belum tentu jatuh hari Jumat. Kalau memesan tanggal 17, bisa-bisa Bu Geni tidak datang sesuai hari yang dijanjikan. (more…)

Sepanjang Aliran Sungai
May 22, 2012


Cerpen Sungging Raga (Koran Tempo, 13 Mei 2012)

BAYANGKAN dirimu adalah aliran sungai. Pada sebuah sore hari, kau berkelok di sebuah hutan tak bernama, di antara baris pepohonan yang memandangmu enggan sambil menjatuhkan daun-daunnya di permukaanmu, dan angin dingin membentuk riak kecil di tubuhmu, bersama bebatuan hitam yang telah lebih dulu menghuni dasarmu. (more…)