Archive for April, 2012

Tiga Cerita tentang Lidah
April 16, 2012


Cerpen Guntur Alam (Suara Merdeka, 8 April 2012)

1. Kematian si Pahit Lidah

Cerita ini tentang Mak Yun, perempuan berumur yang meninggal petang Sabtu kemarin. Perempuan tua nyinyir yang terkenal tukang ber-ghibah. Gosip apa yang hendak kau tanyakan? Perihal Mang Akem yang baru saja berbini dua? Atau tentang Bi Inar yang telah pisah ranjang selama tiga purnama dengan lakinya gara-gara cemburu buta. Mungkin pula kau hendak tahu desas-desus yang beredar mengenai Mang Mahmud yang kaya mendadak di Tanah Abang. Oi, tak ada berita yang tak diketahui Mak Yun. Bila kau dengar cerita darinya lengkap dengan rumor yang tak jelas benar atau salah, asli ataukah telah ditambah-tambah biar sedap, kau akan berkata penuh mufakat: alangkah rincak lidah perempuan tua ini menyusun cerita. (more…)

Jalan Lain
April 16, 2012


Cerpen Hisham Yusuf El Filistiny (Republika, 8 April 2012)

JAM mendekati tujuh pagi, ketika ia berhenti di akhir antrean, dan mengamati dengan seksama barisan panjang orang-orang antre yang berkelok-kelok seperti ular. Segera ia tahu bahwa ia datang sangat terlambat. Wajah orang-orang yang antre tampak sendu, seolah mereka telah tua sebelum masanya. Sebagian mereka saling bertukar pembicaraan sehingga menggariskan guratan-guratan tertentu pada wajah mereka. (more…)

Wajah Itu Membayang di Piring Bubur
April 16, 2012


Cerpen Indra Tranggono (Kompas, 8 April 2012)

SELALU setiap hari, Sumbi menyiapkan bubur gula jawa kesukaan Murwad, suaminya. Bubur itu ia buat sendiri, dari beras terbaik—rojo lele—yang dicampur santan kelapa kental, sedikit garam dan ditaburi gerusan gula jawa. Setiap menyajikan bubur itu, mulut Sumbi selalu mengucap doa untuk keselamatan Murwad yang hingga kini belum pulang. (more…)

Pengganti
April 13, 2012


Cerpen Alain Robbe-Grillet (Koran Tempo, 1 April 2012)

ANAK sekolah itu sedikit melangkah ke belakang dan mendongak ke arah cecabang paling rendah. Lalu dia melangkah ke depan, mencoba meraih cabang yang nampak dapat dijangkaunya; dia berjingkat dan merentangkan tangannya setinggi mungkin, tapi gagal meraih cabang itu. Setelah beberapa kali gagal, dia rupanya menyerah. Dia menurunkan tangannya dan melanjutkan menatap sesuatu di antara dedaunan. (more…)

Bidadari dalam Cahaya Putih
April 13, 2012


Cerpen Eko Tunas (Suara Merdeka, 1 April 2012)

LARON-LARON beterbangan memburu cahaya, mengepak-kepakkan sayap pada lampu neon di depan rumah orang tua Sanu. Sanu suka karena Monica begitu senang menyaksikan gerombolan serangga bersayap di seputar cahaya putih. Bahkan di mata Sanu, perempuan bermata burung dara itu seperti bidadari berhujan-hujan laron. Tubuh tinggi padatnya seperti menari, saat menggeliat sambil mengebitkan laron kehilangan sayap. (more…)

Cinta di Ujung Senja
April 13, 2012


Cerpen Irwan Kelana (Republika, 1 April 2012)

SEJAK awal aku sebetulnya tidak mau datang ke acara reuni ini. Apalagi ketika Muhsin, kawan karibku sewaktu di aliyah dulu, mengatakan bahwa Dini akan datang. (more…)