Archive for July, 2011

Sumpah Paul
July 27, 2011


Cerpen Setta SS (Story Teenlit Magazine Edisi 24/Th.III/25 Juli-24 Agustus 2011)

PERKENANKAN aku mengenalkan diri terlebih dahulu padamu. Namaku Octopus. Ya, kau benar, arti namaku adalah delapan kaki, sesuai jumlah kaki-kakiku yang menjuntai dari kepala yang sekaligus pusat koordinasi gerak keseluruhan tubuhku. (more…)

Advertisements

Magnolia de Capoterra
July 24, 2011


Cerpen Ilham Q Moehiddin (Suara Merdeka, 17 Juli 2011)

172 tahun, duduk di sebuah kursi Bar Cavallo. Bergaun mewah, dengan belahan dada rendah, memamerkan garis dada dan sebentuk kalung mutiara. Syal putih bulu Angsa tersampir di sekitar pundak. Rambutnya tergelung dengan baik. Jemari dan pergelangan tangannya, berhias emas. Bahkan telinganya, ada sepasang giwang bermata berlian kecil. (more…)

Dari Dapur Bu Sewon
July 24, 2011


Cerpen Yusi Avianto Parianom (Koran Tempo, 17 Juli 2011)

BU Sewon, pemilik rumah yang kukontrak di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, senang sekali membagi masakan dari dapurnya. Ia pemurah, kirimannya selalu dalam porsi besar. Amal ini akan menjadi sesuatu yang menggembirakan semua orang sekiranya tidak ada fakta keras: masakannya tidak pernah enak. (more…)

Cerita Panjang di Sebuah Kereta
July 24, 2011


Cerpen Musa Hasyim (Jawa Pos, 17 Juli 2011)

MALAM membara membawaku untuk terus menanti kedatangan kereta warna biru. Aku duduk memperhatikan saksama setiap petugas yang mengabarkan kedatangannya. Kadang-kadang muncul suara dari speaker, “Mohon perhatiannya, akan datang dari jalur satu, kereta ekspres”. Lagi-lagi aku mengeluh, mungkinkah kereta yang harganya cuma tiga puluh lima ribu rupiah akan datang terlambat? Batinku berkata “sial!” (more…)

Seragam
July 24, 2011


Cerpen Riki Eka Putra (Republika, 17 Juli 2011)

 .

 .

SENJA baru beranjak pergi saat tamu undangan mulai datang. Di pintu masuk, satu persatu menjabat erat tanganku. Ada seuntai bahagia bergelayut di wajah mereka, sebagaimana bahagianya seluruh anggota keluargaku yang mengadakan acara syukuran malam itu. (more…)

Bersiap Kecewa Bersedih Tanpa Kata-kata
July 24, 2011


Cerpen Putu Wijaya (Kompas, 17 Juli 2011)

 (Buat GM)

AKU menunggu setengah jam sampai toko bunga itu buka. Tapi satu jam kemudian aku belum berhasil memilih. Tak ada yang mantap. Penjaga toko itu sampai bosan menyapa dan memujikan dagangannya. (more…)