Archive for April, 2011

Palung
April 26, 2011


Cerpen Oka Rusmini (Jawa Pos, 24 April 2011)

PEREMPUAN itu mengurai rambutnya yang mulai berwarna kelabu. Cermin di depannya membuatnya selalu merasa ingin berpaling. Ya, dia ingin sekali menonton wajahnya. Membaca remah-renah yang membuat warna kerutan di wajahnya makin keras, seperli goresan garis di kanvas. Setiap garis memiliki maknanya sendiri. Semua lekuk dan kerut itu pasti memiliki cerita. Kelamkah? Ia ingin sekali mengenal dengan detail setiap wajahnya. Seperti sebuah lekuk peta. Oh, bukan. Bukan peta, mungkin lebih tepat palung. (more…)

Advertisements

Gelar
April 24, 2011


Cerpen Mashdar Zainal (Republika, 24 April 2011)

MENURUTKU, gelar dan nama adalah dua hal yang tak boleh dipisah-pisahkan. Seperti tubuh dan pakaian, sebuah nama akan telanjang tanpa gelar. Itulah mengapa aku sangat mengutuk orang-orang—terutama mahasiswaku—yang luput mencantumkan gelar pada namaku. Sebagai seorang dosen senior, aku telah menerapkan beberapa pantangan bagi seluruh mahasiswa yang mengikuti perkuliahanku. Salah satu di antaranya adalah mengenai gelar itu sendiri. (more…)

Ulat Bulu
April 24, 2011


Cerpen Romi Zarman (Koran Tempo, 24 April 2011)

BEGITU keluar dari gedung Perwakilan Rakyat ini, aku langsung teringat pada Tigris. Gadis kecil dengan seraut senyum akan menyambutku di depan pintu. “Ayah pulang, Bu. Ayah pulang.” (more…)

Ne Me Quitte Pas
April 24, 2011


Cerpen Satria Anggaprana (Suara Merdeka, 24 April 2011)

DI stasiun itu dia menunggu keretamu—yang tak kunjung tiba—bersama orang tua yang menunggu anak pulang atau mungkin menunggu waktu mereka pulang karena tidak juga datang atau memang tidak akan pernah datang. Beberapa orang memang pergi dan kembali, tetapi banyak yang pergi untuk benar-benar pergi. Apakah berguna menunggui mereka yang benar-benar pergi? (more…)

Nenek
April 24, 2011


Cerpen Lie Charlie (Kompas, 24 April 2011)

NENEKKU merokok! Inilah yang membedakannya dengan karakter nenek lain yang umumnya lemah lembut dan imut-imut; salah satunya. Ia juga garang, pemarah, dan suka cakap kotor!  (more…)

Selamat Jalan, Sahabat
April 24, 2011


Oleh Setta SS (Kotasantri, 7 September 2009)

“Aku ingin hidup lama. Terlalu serakahkah aku jika berharap untuk hidup? Jika memang harus mati cepat, aku sangat ingin jadi rumput di surga nanti. Bisa tidak, ya? Aku tidak mungkin jadi bidadari. Aku hanya ingin menjadi rumput saja.” (Lin, 25 Desember 2006) (more…)

Fantasia
April 24, 2011


Cerpen Beni Setia (Jawa Pos, 17 April 2011)

0

KAMI dari Planet Muibi. Salah satu dari komunitas makhluk cerdas yang dikirim Dewan Pengetahuan Planet Muibi ke Planet X—yang diandaikan Planet Noyda. Planet yang terkubur dan ditinggal leluhur kabilah Ben Aineista, sama seperti ketika mereka meninggalkan Planet Tagja dan mengungsi ke Planet Muibi. Kronologi data dan fakta yang telah kami rekonstruksi, tapi belum jadi kesempurnaan karena Planet Noyda itu belum diketemukan, karena jejak peradaban awal belum diketemukan, serta sekaligus Peta Semesta—yang akan membawa kami ke Planet Azias—belum diketemukan. Kalau Planet Noyda benar-benar diketemukan, dan penggalian berhasil mernemukan artefak purbani itu, maka kami akan diserap emanasi balik atau terbang ke Planet Azias, tidak hanya pergi ke sembarang titik di luas semesta dalam hitungan detik dengan pesawat semesta dan teknologi warisan Ben Aineista. (more…)